Newcastle Siap Bajak Lamine Camara dari Chelsea di Bursa Januari
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan tengah menyusun strategi untuk merekrut gelandang AS Monaco, Lamine Camara, yang sebelumnya hampir bergabung dengan Chelsea.
- Camara tampil impresif di Ligue 1 dengan catatan tekel dan pemulihan bola terbaik, membuatnya menjadi buruan utama klub-klub besar.
- Jika berhasil, kepindahan ini bisa menjadi langkah besar Newcastle dalam memperkuat lini tengah dan mengubah peta persaingan Liga Premier.

Newcastle United dilaporkan sedang merancang langkah untuk merekrut gelandang AS Monaco, Lamine Camara, pada jendela transfer Januari mendatang. Menurut laporan TeamTalk, klub berjuluk The Magpies itu berambisi membajak Camara yang sebelumnya hampir bergabung dengan Chelsea pada musim panas lalu. Langkah ini menjadi sinyal serius bahwa Newcastle ingin memperkuat lini tengah mereka setelah awal musim yang naik-turun di bawah asuhan pelatih baru, Matthias Jaissle.
Camara, yang masih berusia 21 tahun, sempat menjadi incaran utama Chelsea pada deadline day. Kesepakatan senilai ยฃ47 juta sudah di depan mata, namun batal setelah penyerang Folarin Balogun membatalkan kepindahannya ke Everton di menit-menit akhir. Monaco yang saat itu membutuhkan dana segar dari penjualan Camara akhirnya gagal melepasnya, dan Chelsea pun melayangkan protes keras terhadap sikap klub Ligue 1 tersebut. Sejak saat itu, hubungan antara kedua klub dikabarkan memanas, dan peluang Chelsea untuk kembali mendekati Camara di Januari menjadi lebih rumit.
Newcastle melihat celah tersebut sebagai peluang emas. Setelah kesulitan mendatangkan gelandang berkualitas pada bursa transfer musim panas, manajemen klub dikabarkan sudah mengalihkan fokus ke bursa musim dingin. Nama-nama seperti Giorgio Scalvini sempat mencuat, tetapi kebutuhan akan gelandang bertahan yang tangguh dan dinamis menjadi prioritas utama. Camara dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan di lini tengah Newcastle yang kerap kesulitan mengendalikan permainan saat menghadapi tim-tim dengan pressing tinggi.
Performa Camara bersama Monaco memang mencuri perhatian. Sejak bertahan di klub tersebut, ia langsung menjelma menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Ligue 1. Statistik menunjukkan bahwa tidak ada pemain yang melakukan tekel lebih banyak darinya, dan hanya dua pemain yang memenangkan duel lebih banyak. Kemampuannya membaca permainan dan merebut bola membuatnya sangat berharga bagi sistem pressing tinggi yang diterapkan Jaissle di Newcastle.
"Tanpa bola, dia sudah berada di level luar biasa. Ini karena karakternya: mentalitas tim yang patut dicontoh. Dia selalu mengorbankan diri untuk kolektif," ujar pelatih Monaco, Filipe Luis, seperti dikutip dari sumber.
Luis bahkan menyebut Camara sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Camara memiliki kombinasi sempurna antara kekuatan fisik, kecerdasan taktik, dan disiplin posisi yang jarang dimiliki pemain seusianya. Tidak heran jika Newcastle rela bersaing dengan Chelsea untuk mendapatkan tanda tangannya.
Bagi Newcastle, mendatangkan Camara bisa menjadi jawaban atas masalah konsistensi di lini tengah. Meski mengawali musim dengan hasil imbang 2-2 melawan Liverpool dan kemenangan 2-1 atas Hull City, The Magpies juga sempat dihancurkan Leeds United dengan skor 4-1. Kekalahan itu memperlihatkan bahwa tim masih rentan ketika lawan mampu menekan dan menguasai bola. Kehadiran Camara diharapkan mampu memberikan kestabilan dan intensitas yang dibutuhkan.
Di sisi lain, Chelsea tidak akan tinggal diam. Meskipun hubungan dengan Monaco sedang tidak baik, The Blues masih menyimpan minat terhadap Camara. Namun, dengan Newcastle yang siap menawarkan proyek jangka panjang dan peran sentral di lini tengah, bukan tidak mungkin Camara akan memilih pindah ke St James' Park. Persaingan kedua klub ini akan menjadi salah satu saga transfer paling menarik di Januari nanti.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Camara ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub Liga Premier terus mengincar talenta muda Afrika yang bersinar di liga top Eropa. Camara, yang merupakan produk akademi Gรฉnรฉration Foot di Senegal, adalah contoh nyata bagaimana pemain dari benua Afrika semakin diperhitungkan di pentas global. Jika ia bergabung dengan Newcastle, ia akan menjadi salah satu dari sekian banyak pemain Afrika yang memperkuat klub-klub Inggris, memperkaya warna permainan dan memberikan inspirasi bagi pesepakbola muda di Indonesia.
Ke depan, keputusan Camara akan sangat bergantung pada ambisi klub dan jaminan menit bermain. Newcastle yang sedang membangun kembali di bawah Jaissle bisa menawarkan proyek yang menarik, sementara Chelsea yang lebih mapan mungkin menawarkan prestise dan peluang meraih trofi. Apakah Newcastle berhasil membajak Camara, ataukah Chelsea kembali menguatkan lini tengah mereka? Bursa transfer Januari akan menjadi panggungnya.



