Liverpool Jajaki Tchouameni, Solusi Kontrol Lini Tengah di Bawah Iraola
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan Real Madrid untuk merekrut gelandang bertahan Aurelien Tchouameni.
- Kebutuhan akan penguasaan bola di lini tengah menjadi alasan utama, setelah performa inkonsisten di bawah asuhan Andoni Iraola.
- Jika Tchouameni gagal mengamankan posisi inti di Madrid, peluang The Reds memboyongnya ke Anfield semakin terbuka.

Liverpool dilaporkan telah membuka kontak dengan Real Madrid untuk membahas potensi transfer gelandang bertahan asal Prancis, Aurelien Tchouameni. Langkah ini mencuat di tengah kebutuhan mendesak The Reds akan sosok pengatur tempo di lini tengah, yang hingga kini belum benar-benar teratasi sejak kedatangan manajer Andoni Iraola.
Sejak menukangi Liverpool, Iraola memang belum merasakan kekalahan. Namun, tiga clean sheet beruntun di Premier League tidak serta-merta menutupi masalah mendasar: tim masih kerap kehilangan kendali permainan di sektor vital. Kemenangan tipis 1-0 atas Bournemouth sebelum jeda internasional sempat memberi angin segar, tetapi hasil imbang melawan Fulham di Anfield memperlihatkan bahwa konsistensi masih jauh dari kata mapan.
Ujian sesungguhnya akan datang saat Manchester City bertandang ke Anfield. Laga ini tidak hanya menguji taktik Iraola, tetapi juga menjadi momen pembuktian apakah lini tengah Liverpool mampu bersaing di level tertinggi. Selama ini, Iraola disebut telah memperbaiki pertahanan dengan menempatkan Ronald Araujo di posisi bek kanan, tetapi persoalan di tengah belum menemukan titik terang.
Ryan Gravenberch sempat menjadi korban dari upaya Iraola mencari keseimbangan. Baru saja menandatangani kontrak baru, ia justru tersingkir ke bangku cadangan karena Liverpool memilih duet Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai. Meski demikian, kontrol permainan tetap saja hilang. Hal ini memunculkan anggapan bahwa investasi di lini tengah seharusnya sudah dilakukan pada bursa transfer musim panas lalu, dan kini menjadi prioritas utama bagi direktur olahraga baru, Julian Ward.
Menurut laporan TeamTalk, Liverpool kini menjalin komunikasi dengan pihak Real Madrid untuk Tchouameni. Anfield disebut telah lama mengagumi gelandang 24 tahun itu dan sempat menggelar pembicaraan pada musim panas lalu, sebelum Jose Mourinho meyakinkannya untuk bertahan. Sejak itu, Tchouameni sempat menepi karena cedera dan masih berjuang merebut tempat utama di skuad Los Blancos.
Meski dikabarkan bahagia di Madrid, Tchouameni dikatakan akan mempertimbangkan masa depannya jika gagal mendapatkan posisi starter permanen di bawah Mourinho. Situasi ini membuka peluang bagi Liverpool, yang mendambakan sosok pengendali permainan seperti dirinya. Terlebih, Mac Allister telah mengisyaratkan bahwa waktunya di Anfield akan berakhir pada 2028 jika tidak ada perubahan signifikan. Tchouameni pun dinilai sebagai upgrade ideal.
"Dia adalah gelandang bertahan terbaik di dunia," ujar Chema Andres, mantan rekan setim Tchouameni.
Statistik memperkuat klaim tersebut. Tchouameni unggul dalam duel, meski jarang melakukan tekel, dan yang terpenting, jauh lebih aman dalam penguasaan bola. Kualitas inilah yang tengah dicari Liverpool. Mereka sudah memiliki Szoboszlai sebagai motor serangan, tetapi masih membutuhkan seorang enforcer yang mampu mendaur ulang possession. Tchouameni, yang pernah disebut "spektakuler" oleh mantan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti, bisa menjadi jawabannya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi tontonan menarik. Liga Premier memang bukan liga domestik, tetapi dinamika di klub-klub besar Eropa kerap menjadi barometer bagi perkembangan taktik dan pasar pemain yang juga memengaruhi harga dan minat klub-klub Asia. Jika Tchouameni benar-benar pindah ke Anfield, hal itu bisa mengubah peta kekuatan lini tengah di Premier League dan memicu pergerakan transfer lanjutan.
Ke depan, apakah Liverpool akan bergerak cepat atau justru kembali kehilangan target seperti musim panas lalu? Jawabannya akan sangat bergantung pada bagaimana Tchouameni menilai perannya di Madrid dan seberapa agresif The Reds merayu. Satu hal yang pasti, lini tengah Liverpool masih menjadi pekerjaan rumah yang menanti sentuhan.



