Chanathip Songkrasin: Duel Thailand vs Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Terberat
Baca dalam 60 detik
- Thailand dan Vietnam sama-sama mengantongi tiga poin di laga perdana Grup B FIFA ASEAN Cup 2026, menjadikan pertemuan keduanya sebagai penentu siapa yang berhak memuncaki klasemen.
- Chanathip Songkrasin, gelandang senior berusia 32 tahun, mengaku tidak sabar menghadapi Vietnam dan menyebut laga tersebut sebagai ujian terberat bagi skuad Gajah Putih.
- Kemenangan 4-0 atas Pakistan tidak lepas dari kontribusi pemain muda, yang menurut Chanathip adalah generasi penerus yang harus dijaga dan dibimbing.

Gelandang Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menyatakan kesiapan penuh skuadnya menjelang bentrokan kontra Vietnam pada matchday kedua Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026). Pertandingan ini menjadi sorotan karena kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan, sehingga hasil di Bandung akan sangat menentukan arah lolos dari fase grup.
Thailand membuka kampanye dengan kemenangan telak 4-0 atas Pakistan, sementara Vietnam menundukkan Filipina dengan skor tipis 1-0. Modal tiga poin membuat kedua kubu percaya diri, tetapi juga menciptakan tekanan tersendiri: siapa pun yang kalah di laga ini berpotensi kehilangan kendali atas nasibnya sendiri di sisa pertandingan grup.
Chanathip, yang kini berusia 32 tahun, menyebut pertemuan dengan Vietnam sebagai ujian paling berat. Ia mengaku antusias dan tidak sabar untuk segera bertanding. "Untuk pertandingan berikutnya melawan Vietnam, kami sudah tidak sabar untuk bertanding melawan mereka," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan resmi tim.
Selain membahas laga kontra Vietnam, Chanathip memberikan apresiasi kepada para pemain muda Thailand yang tampil menonjol pada Piala AFF 2026. Menurutnya, penampilan mereka di kompetisi sebelumnya layak mendapat pujian, tidak hanya untuk para pemain tetapi juga staf pelatih yang telah bekerja keras. Ia menilai para pemain muda dipanggil ke timnas karena potensi dan kualitas yang mereka miliki.
"Kami harus memberikan apresiasi kepada seluruh pemain muda di kompetisi sebelumnya. Mereka tampil sangat baik, dan apresiasi besar juga untuk tim staf serta pelatih," kata Chanathip.
Sebagai pemain senior, Chanathip merasa bertanggung jawab untuk berbagi pengalaman, memberikan saran, dan tips kepada para juniornya. Ia menyadari bahwa mereka adalah generasi baru dan masa depan tim nasional, sehingga suatu saat nanti ia harus menyerahkan estafet kepemimpinan. "Setiap kali namanya dipanggil masuk tim nasional, dia selalu merasa sangat bangga," ujarnya menambahkan.
Meski menang telak atas Pakistan, Chanathip mengakui laga tersebut tidak berjalan mudah. Namun, para pemain mampu tampil maksimal dan mengamankan tiga poin pertama. "Kami telah memberikan yang terbaik untuk menampilkan performa maksimal dan mengamankan tiga poin pertama di kompetisi ini," jelasnya.
Kemenangan atas Pakistan juga tidak lepas dari performa apik para pemain muda. Chanathip berharap mereka terus berkembang dan berkontribusi untuk tim. Ia melihat laga melawan Vietnam sebagai momen penting untuk menguji kedalaman skuad dan mentalitas para pemain muda di bawah tekanan pertandingan besar.
Bagi Indonesia, pertandingan Thailand vs Vietnam di Bandung menjadi perhatian tersendiri. Kedua tim adalah rival tradisional di Asia Tenggara, dan hasil pertemuan mereka akan memengaruhi peta persaingan Grup B. Jika Thailand dan Vietnam saling mengalahkan, peluang tim lain untuk menempel di klasemen bisa terbuka. Sebaliknya, jika salah satu tim mendominasi, mereka akan semakin sulit dikejar.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi ajang pembuktian bagi negara-negara ASEAN setelah format turnamen mengalami perubahan. Kehadiran pemain muda di skuad masing-masing negara menunjukkan arah regenerasi yang mulai berjalan. Thailand, dengan kombinasi pemain senior seperti Chanathip dan pemain muda, berusaha menjaga keseimbangan antara pengalaman dan energi baru.
Duel di Si Jalak Harupat nanti akan menjadi ujian taktis bagi kedua pelatih. Vietnam dikenal dengan disiplin dan transisi cepat, sementara Thailand memiliki kreativitas di lini tengah. Chanathip diperkirakan menjadi kunci permainan Thailand. Jika ia mampu mengatur tempo dan membuka ruang, tekanan terhadap pertahanan Vietnam akan meningkat.
Pertanyaannya, apakah Thailand mampu membuktikan kualitasnya sebagai salah satu favorit juara, atau justru Vietnam yang kembali menunjukkan ketangguhannya? Laga di Bandung akan menjadi jawaban awal, sekaligus penentu siapa yang berhak memuncaki Grup B.



