Gelombang Kelvin Raksasa Ancam Pesisir California, Ketinggian Laut Naik Hingga 30 cm
Baca dalam 60 detik
- Fenomena Kelvin wave yang membentang ribuan kilometer diperkirakan menaikkan permukaan laut California hingga satu kaki selama berbulan-bulan.
- El Niño terkuat dalam seribu tahun memperparah risiko badai, banjir rob, dan erosi pesisir di sepanjang pantai barat Amerika Serikat.
- Pemerintah California telah menetapkan status darurat dan menyiagakan peralatan serta Garda Nasional untuk mengantisipasi dampak musim dingin.

Para ilmuwan kelautan Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan terhadap sebuah gelombang samudra berskala planet yang bergerak perlahan menuju pesisir California. Fenomena yang dikenal sebagai Kelvin wave ini diprediksi dapat menaikkan permukaan air laut hingga 30 sentimeter (satu kaki) dan bertahan selama berbulan-bulan, diperparah oleh El Niño yang sedang berkembang sangat kuat di Samudra Pasifik.
Kelvin wave bukanlah gelombang pecah seperti yang biasa terlihat di pantai. Ukurannya membentang ribuan kilometer dan bergerak lambat dari Pasifik barat, melewati ekuator, menuju Amerika Selatan, Tengah, dan Utara. Menurut Severine Fournier, peneliti sirkulasi laut di Jet Propulsion Laboratory NASA, gelombang ini tidak dapat terus bergerak ke timur saat mencapai daratan Amerika Selatan, sehingga berbelok ke utara dan selatan. "Kami dapat melacaknya melalui kenaikan permukaan laut di sepanjang ekuator," ujarnya.
Satu gelombang semacam itu telah mencapai ujung utara Amerika Selatan pada akhir Agustus dan mulai bergerak ke arah barat laut Amerika Serikat. Dalam beberapa hari ke depan, gelombang tersebut diperkirakan tiba di perairan California. Nate Mantua, peneliti di Southwest Fisheries Science Center NOAA, menjelaskan bahwa pada tahun normal, lapisan air hangat tebal tertahan di Pasifik barat oleh angin pasat. Ketika angin melemah atau berbalik arah, air hangat itu melimpah kembali ke arah California. "Kami memperkirakan pengaruh Kelvin wave ini akan bertahan sepanjang musim dingin hingga awal tahun depan," katanya.
Dampak Kelvin wave tidak berdiri sendiri. El Niño tahun ini digadang sebagai yang terbesar dalam setidaknya seribu tahun, dengan suhu iklim yang telah melampaui rekor tertinggi beberapa bulan sebelum puncaknya. Pola iklim ini membawa ancaman badai lebih ganas, gelombang badai, banjir, dan erosi pantai. Bagi California, semua efek itu akan bertumpuk di atas kenaikan muka laut yang sudah terjadi, menciptakan risiko berlapis.
"Ini gelombang yang berbeda dari yang biasa Anda lihat di pantai. Mereka tidak pecah, Anda hampir tidak bisa melihatnya datang," kata Mike Jacox, peneliti oseanografi di Southwest Fisheries Science Center. "Musim dingin ini, kita akan mengalami pasang tinggi sekitar Thanksgiving dan Natal. Jika ada badai, maka terjadilah gelombang badai. Ibaratnya, lantai dasar untuk semua peristiwa itu dinaikkan."
Pemerintah California tidak tinggal diam. Gubernur Gavin Newsom telah mendeklarasikan status darurat, mengerahkan sumber daya sebelum badai musim dingin, banjir pesisir, atau dampak lain terjadi. Peralatan penutup jalan dan pembersih salju disiagakan di sepanjang jalan raya; Garda Nasional negara bagian bersiap untuk operasi pencarian dan penyelamatan; serta berbagai instansi diminta memangkas birokrasi dalam situasi bencana.
California Coastal Commission, yang mengatur pemanfaatan lahan dan air di pesisir, mengimbau warga dan pemilik properti untuk bersiap sejak dini. Langkah yang dianjurkan meliputi inspeksi area rawan banjir atau erosi, penambahan saluran drainase, dan perbaikan penyebab kerusakan sebelum cuaca ekstrem tiba. Kate Huckelbridge, kepala komisi, dalam memo awal bulan ini menulis bahwa pengamatan dari El Niño masa lalu menunjukkan badai yang paling merusak sering kali bertepatan dengan pasang tertinggi. "Badai yang mencapai puncak saat pasang naik jauh lebih mungkin menyebabkan kerusakan dibandingkan badai yang sama saat pasang surut," tulisnya.
Mantua menambahkan bahwa tahun-tahun El Niño sangat kuat sebelumnya—1983, 1998, 2016—telah membantu peneliti memprediksi apa yang mungkin terjadi dan di mana. Namun dengan naiknya permukaan laut dan intensitas luar biasa kali ini, ia memperkirakan kerusakan bisa lebih parah dari musim dingin El Niño besar sebelumnya. "Di musim dingin El Niño di Pasifik utara, kami cenderung mengalami banyak badai dan gelombang laut besar. Tambahkan itu pada permukaan laut yang sudah tinggi, maka tempat-tempat itu akan terpapar lebih banyak energi laut dan genangan air," ujarnya.
Bagi Indonesia, fenomena Kelvin wave dan El Niño di Pasifik tidak hanya berdampak lokal. Sebagai negara kepulauan yang terletak di jalur ekuator, Indonesia sering kali merasakan efek tidak langsung dari dinamika samudra ini, terutama dalam bentuk perubahan pola curah hujan, potensi kekeringan, dan gangguan pada sektor perikanan. Nelayan di wilayah barat dan tengah Indonesia mungkin menghadapi perubahan arus dan distribusi ikan akibat pergeseran massa air hangat. Pemerintah dan pemangku kepentingan di daerah pesisir perlu mencermati perkembangan ini, meskipun dampak langsung Kelvin wave terhadap kenaikan muka laut di Indonesia tidak sebesar di California.
Dengan status darurat yang sudah dikeluarkan dan peringatan dari para ahli, pertanyaannya kini: seberapa siap infrastruktur pesisir California—dan negara-negara lain yang terdampak—menghadapi kombinasi El Niño ekstrem dan gelombang Kelvin yang jarang terjadi? Musim dingin ini akan menjadi ujian nyata bagi ketahanan wilayah pesisir di era perubahan iklim.



