Futurama Akhiri Era Hulu, Cohen Bocorkan Spesial 2027 dan Masa Depan Fry-Leela
Baca dalam 60 detik
- Futurama resmi menutup babak empat musim di Hulu lewat episode berjudul "Final Ending: The Last Conclusion" yang tayang hari ini.
- Tiga spesial akan menggantikan format musim reguler pada 2027, memberi ruang bagi cerita epik yang tak muat dalam 22 menit.
- Hubungan Fry dan Leela akan menjadi benang merah spesial, sekaligus menjawab teka-teki yang dibangun bertahun-tahun.

Serial animasi ikonik Futurama secara resmi menutup era empat musimnya di platform Hulu melalui episode pamungkas bertajuk "Final Ending: The Last Conclusion" yang dirilis hari ini. Episode tersebut diposisikan sebagai finale musim, namun dibangun dengan intensi layaknya penutup seri sungguhan—sebuah kenyataan yang diakui sendiri oleh showrunner David X. Cohen.
Dalam wawancara eksklusif dengan Polygon, Cohen mengungkap bahwa saat naskah finale ditulis, tim produksi belum memiliki kepastian mengenai kelanjutan serial. "Kami sudah terbiasa menulis episode terakhir," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ini adalah finale keenam yang ia garap dengan pendekatan tersebut. Alhasil, episode ini tidak sekadar merangkum konflik musim, tetapi menjadi semacam perenungan filosofis tentang konsep akhir cerita itu sendiri.
Alih-alih mengandalkan nostalgia, episode finale justru mengangkat teori evolusioner. Cohen berargumen bahwa manusia purba yang bertahan hidup adalah mereka yang memiliki dorongan untuk mendengar akhir sebuah cerita—apakah di balik hutan ada beruang yang mengancam atau pohon mangga yang menyelamatkan. "Itu kebutuhan yang berevolusi, seperti makan dan bernapas," jelasnya. Gagasan ini kemudian menjadi fondasi naratif episode, di mana kru Planet Express masing-masing berhadapan dengan kisah akhir mereka sendiri.
Bagi penggemar berat, finale ini juga menghadirkan kejutan emosional: kembalinya Marianne, kekasih Zoidberg, yang telah lama absen. Cohen menyebut episode tersebut sebagai salah satu favoritnya sepanjang sejarah serial. "Kami harus sangat hati-hati karena penggemar sangat menyukai karakter itu," katanya. Episode itu juga menyelipkan kisah menyentuh tentang Hermes dan ayahnya, menambah bobot dramatis di tengah kekonyolan khas Futurama.
Meski era Hulu berakhir, semesta Futurama tidak serta-merta tamat. Tahun depan, tiga spesial akan menggantikan format musim penuh—sebuah strategi yang menurut Cohen lahir dari diskusi dengan Hulu dan Disney mengenai masa depan waralaba. "Kami ingin menghadirkan peristiwa besar yang bisa menarik perhatian, baik bagi penggemar lama maupun pendatang baru," ujarnya. Produser eksekutif Claudia Katz menambahkan bahwa format ini memungkinkan tim untuk "meng-event-kan" setiap rilis, sehingga tidak hanya mengandalkan satu momen pembuka musim.
Perubahan format ini juga membawa implikasi kreatif. Jika sebelumnya tim penulis harus memadatkan cerita film ke dalam 22 menit, kini mereka memiliki ruang lebih luas untuk membangun narasi sinematik. Cohen menyebut spesial pertama akan mengangkat tema film liburan epik, lengkap dengan romansa Bender dan manusia salju yang bisa berbicara. Ada pula penghormatan emosional untuk Kwanzaabot, karakter yang diisi suara mendiang Coolio. "Ini benar-benar film liburan pertama kami," tegasnya.
"Ada tema besar yang mengalir di ketiga spesial: hubungan jangka panjang Fry dan Leela, ke mana arahnya, dan apa yang menghalanginya. Kami akan membayar tuntas apa yang telah kami bangun bertahun-tahun." — David X. Cohen
Bagi penonton Indonesia, Futurama telah menjadi bagian dari budaya populer sejak awal 2000-an, meski akses resminya sempat terbatas. Kehadiran serial ini di Disney+ Hotstar—yang juga menaungi Hulu di beberapa wilayah—membuka peluang bagi penggemar Tanah Air untuk mengikuti era baru ini secara legal. Namun, perlu dicatat bahwa jadwal rilis di Asia Tenggara sering kali tertinggal beberapa pekan dari Amerika Serikat, sehingga potensi spoiler menjadi tantangan tersendiri bagi komunitas penggemar lokal.
Yang tak kalah menarik, Cohen mengonfirmasi bahwa finale seri berikutnya—yang masih dalam proses penulisan—akan kembali melibatkan Nibbler dan rencana besar alam semesta. "Ini kesempatan sempurna bagi Nibbler untuk masuk, dan dia akan masuk," janjinya. Dengan kata lain, meskipun Futurama telah berkali-kali berpamitan, pintu untuk kejutan baru tetap terbuka lebar.
Pertanyaannya kini: akankah format spesial ini menjadi model baru bagi serial animasi dewasa di era streaming, atau justru menjadi tanda bahwa Futurama perlahan bersiap untuk benar-benar mengucapkan selamat tinggal?



