James Garner: 'Lukaku Baru' Everton yang Bernilai £80 Juta, Siap Pecahkan Rekor Penjualan?
Baca dalam 60 detik
- James Garner, gelandang serba bisa Everton, dianggap bernilai minimal £80 juta oleh jurnalis BBC, berpotensi melampaui rekor penjualan Romelu Lukaku (£75 juta).
- Penampilan impresifnya musim lalu (12 peluang, 3,2 tekel, 5,5 duel per laga) membuatnya jadi buruan Aston Villa dan Chelsea, tetapi kontrak barunya memberi Everton posisi tawar kuat.
- Jika dijual dengan harga tersebut, Garner akan menegaskan posisi Everton sebagai klub penjual cerdas, sekaligus memicu perdebatan tentang strategi transfer mereka.

Everton tengah menyaksikan salah satu pemainnya menjelma menjadi komoditas panas di bursa transfer. James Garner, gelandang 25 tahun yang dibeli seharga £15 juta dari Manchester United pada 2022, kini disebut bernilai setidaknya £80 juta—angka yang berpotensi memecahkan rekor penjualan klub yang dipegang Romelu Lukaku sejak 2017.
Klaim tersebut datang dari jurnalis BBC, Matt Jones, yang menilai harga pasar Garner saat ini sangat tinggi. Jika benar, maka penjualan Garner akan melampaui £75 juta yang dibayarkan Manchester United untuk Lukaku delapan tahun silam. Everton sendiri sedang menikmati awal musim 2026/27 yang solid meski sempat diragukan pasca jendela transfer yang dinilai buruk. Mereka melepas beberapa pemain kunci dengan total £93 juta, namun manajer David Moyes disebut belum puas dengan penggantinya.
Garner bukan penyerang seperti Lukaku, tetapi jalur kariernya memiliki kemiripan: sama-sama gagal menembus skuad utama klub Big Six, lalu menemukan momentum di Everton. Bedanya, Garner adalah gelandang pekerja keras yang serba bisa. Moyes memujinya sebagai "pemimpin yang sangat baik" dan mengakui sempat meremehkan kualitasnya saat pertama kali menangani The Toffees.
Musim lalu, Garner tampil mengesankan di lini tengah dengan kontribusi menyeluruh. Ia tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga produktif dalam membangun serangan. Ketertarikan dari Aston Villa dan Chelsea pada musim panas lalu membuktikan kualitasnya di mata klub-klub besar. Namun, Everton bergerak cepat dengan memperpanjang kontraknya pada Januari, sehingga posisi mereka dalam negosiasi sangat kuat.
"Dia pemimpin yang sangat baik," ujar Moyes, seperti dikutip dari wawancara. "Saya tidak menyadari betapa bagusnya dia saat pertama datang."
Bagi Everton, menjual Garner dengan harga tinggi bisa menjadi pukulan telak secara sportif, tetapi juga menjadi bukti model bisnis mereka yang cerdas. Klub ini dikenal piawai menjual pemain dengan harga mahal, meski tidak selalu keputusan itu tepat—contohnya Iliman Ndiaye yang dijual tanpa pengganti sepadan. Jika Garner dilepas, Moyes harus mencari pengganti yang mampu menjaga keseimbangan lini tengah.
Dari kacamata Indonesia, kisah Garner menjadi pelajaran tentang bagaimana klub non-elite bisa memaksimalkan potensi pemain yang tersisih dari tim besar. Everton menunjukkan bahwa dengan pengembangan yang tepat, pemain seperti Garner bisa menjelma menjadi aset bernilai jumbo. Klub-klub Liga Indonesia yang kerap menjual pemain ke luar negeri bisa mengambil hikmah: pentingnya kontrak jangka panjang dan strategi penjualan yang terencana.
Ke depan, masa depan Garner di Everton masih abu-abu. Jika tawaran besar datang, The Toffees mungkin tergoda untuk melepasnya. Namun, dengan kontrak yang masih panjang, mereka tidak perlu terburu-buru. Akankah Garner menjadi rekor penjualan baru Everton, atau justru bertahan dan membawa klub ke level berikutnya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: namanya kini diperhitungkan di bursa transfer Premier League.



