Apple Watch Series 12 Kini Tampilkan Langkah Harian Real-Time, tapi Ada Batasan Model
Baca dalam 60 detik
- Apple menyematkan widget Daily Steps langsung di watch face melalui chip S11, memungkinkan pemantauan aktivitas tanpa membuka aplikasi.
- Fitur ini eksklusif untuk Apple Watch Series 12 dan Ultra 4, sementara pengguna model lama harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga.
- Langkah ini memperkuat ekosistem kesehatan Apple, namun adopsi di Indonesia terhambat harga dan regulasi perangkat wearable.

Apple resmi menghadirkan widget penghitung langkah harian secara real-time di watch face Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4. Kemampuan ini dimungkinkan oleh prosesor S11 yang tertanam di kedua model tersebut, menandai pertama kalinya Apple mengintegrasikan data aktivitas dasar langsung ke tampilan jam tanpa perlu membuka aplikasi tambahan.
Bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat terbaru, widget Daily Steps dapat ditambahkan melalui watch face Siri Modular yang baru. Prosesnya terbilang singkat: buka aplikasi Watch di iPhone, pilih Face Gallery, cari Siri Modular, lalu pilih salah satu dari enam gaya yang tersedia. Setelah itu, gulir ke bagian Complications, pilih posisi yang diinginkan—misalnya komplikasi teratas agar paling terlihat—dan ganti dengan widget Daily Steps yang berada di bawah kategori Activity. Terakhir, tekan tombol oranye Add to Watch dan watch face baru langsung aktif.
Namun, fitur ini tidak tersedia untuk model Apple Watch sebelumnya. Pengguna Series 11 ke bawah atau model SE masih harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga seperti Pedometer++ untuk menampilkan jumlah langkah di watch face. Keterbatasan ini menegaskan strategi Apple yang cenderung membatasi fitur perangkat lunak tertentu pada perangkat keras terbaru, meskipun secara teknis komponen lama mungkin mampu menjalankannya.
Langkah Apple ini bukan sekadar pembaruan kosmetik. Integrasi data langkah ke watch face memperkuat posisi Apple Watch sebagai perangkat kesehatan preventif, bersaing dengan merek seperti Garmin dan Samsung yang lebih dulu menawarkan metrik aktivitas di layar utama. Bagi Apple, fitur ini juga menjadi pendorong penjualan model terbaru di tengah pasar wearable yang semakin jenuh.
"Kami ingin pengguna mendapatkan informasi kesehatan penting dalam sekali lihat, tanpa hambatan navigasi," ujar seorang juru bicara Apple dalam pengumuman fitur tersebut, seperti dikutip dari siaran persnya.
Di Indonesia, kehadiran fitur ini berpotensi memperluas kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik harian. Namun, penetrasi Apple Watch masih terkendala harga jual yang tinggi dan belum adanya operator seluler yang mendukung fitur eSIM secara penuh untuk model cellular. Pengguna di dalam negeri yang ingin memanfaatkan widget Daily Steps harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Series 12 atau Ultra 4, yang dibanderol mulai dari belasan juta rupiah.
Selain itu, regulasi perangkat wearable di Indonesia masih belum spesifik mengatur klaim kesehatan. Meski demikian, data langkah kaki tidak termasuk dalam kategori alat medis, sehingga tidak memerlukan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Hal ini membuka peluang bagi Apple untuk memasarkan fitur tersebut secara lebih agresif, terutama melalui program bundle dengan operator telekomunikasi.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Apple akan membuka fitur serupa untuk model lama melalui pembaruan watchOS, atau tetap menjadikannya eksklusif sebagai daya tarik utama perangkat anyar. Jika tren ini berlanjut, konsumen di Indonesia dan pasar berkembang lainnya mungkin akan semakin sulit mengakses inovasi kesehatan tanpa melakukan upgrade perangkat keras secara berkala.



