Gen Digital Naikkan Proyeksi Tahunan di Tengah Lonjakan Ancaman Siber Berbasis AI
Baca dalam 60 detik
- Gen Digital merevisi naik target pendapatan dan laba tahun fiskal 2027, didorong permintaan kuat untuk produk keamanan siber.
- Kekhawatiran konsumen terhadap penipuan berbasis AI menjadi pendorong utama pertumbuhan pelanggan baru, terutama untuk Norton 360.
- Perusahaan menargetkan tambahan pendapatan 100 juta dolar AS dari adopsi layanan financial wellness dalam 18 bulan ke depan.

Gen Digital, perusahaan keamanan digital di balik merek Norton, merevisi naik proyeksi pendapatan dan laba untuk tahun fiskal 2027 pada Kamis (6/8). Langkah ini mencerminkan permintaan yang terus menguat terhadap produk keamanan siber di tengah meningkatnya ancaman yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan yang berbasis di Tempe, Arizona, ini memanfaatkan situasi ancaman yang kian kompleks. Alat-alat generative AI kini memudahkan pelaku kejahatan untuk merancang email phishing yang lebih meyakinkan, penipuan, hingga serangan pencurian identitas. Kondisi ini justru menjadi berkah bagi Gen Digital karena semakin banyak konsumen yang sadar akan risiko dan berlangganan layanan proteksi.
Dalam wawancara dengan Reuters, CEO Vincent Pilette mengungkapkan bahwa kecemasan konsumen terhadap penipuan yang melibatkan AI menjadi katalis utama akuisisi pelanggan baru. Ia juga mencatat pertumbuhan anggota untuk Norton 360, produk unggulan yang menawarkan perlindungan digital menyeluruh dan anti-malware.
Gen Digital juga menyoroti potensi monetisasi dari adopsi layanan financial wellness sebagai penanda kesuksesan ke depan. Pilette menyebut perusahaan memperkirakan tambahan pendapatan 100 juta dolar AS dari layanan ini dalam 18 bulan ke depan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bergantung pada produk keamanan tradisional, tetapi juga merambah layanan yang lebih luas terkait kesehatan finansial pengguna.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat adopsi layanan digital yang semakin masif. Riset menunjukkan bahwa serangan siber di Indonesia meningkat signifikan, dengan modus phishing dan penipuan online yang kian canggih. Kehadiran AI generatif memperparah situasi, sehingga kebutuhan akan solusi keamanan digital menjadi prioritas bagi individu maupun korporasi. Langkah Gen Digital untuk memperkuat layanan financial wellness juga bisa menjadi sinyal bagi pemain lokal untuk berinovasi di area serupa.
โKecemasan konsumen terhadap penipuan AI menjadi pendorong utama pertumbuhan pelanggan baru,โ ujar CEO Vincent Pilette.
Dengan proyeksi yang dinaikkan, Gen Digital optimistis menghadapi tahun-tahun mendatang. Namun, pertanyaannya adalah apakah tren peningkatan permintaan ini akan bertahan lama atau hanya respons sementara terhadap ketakutan akan ancaman AI. Ke depan, kemampuan perusahaan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan lanskap ancaman yang berubah akan menjadi kunci dalam mempertahankan pertumbuhan.



