Tottenham Incar Winger Muda Eintracht Frankfurt sebagai Alternatif Saka
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur membidik Jean-Matteo Bahoya, winger Eintracht Frankfurt berusia 21 tahun, sebagai solusi lini serang mereka yang tumpul.
- Bahoya menunjukkan statistik dribel dan akurasi tembakan yang lebih baik daripada Bukayo Saka, dengan nilai pasar mencapai ยฃ60 juta.
- Persaingan ketat dengan klub-klub Arab Saudi bisa memaksa Spurs bergerak cepat sebelum bursa transfer ditutup.

Setelah musim lalu hanya mampu mencetak 48 gol dalam 38 pertandingan Premier League, Tottenham Hotspur kini berburu penyelesaian akhir yang lebih tajam. Manajer anyar Roberto De Zerbi dikabarkan telah mengarahkan radar transfernya ke Bundesliga, tepatnya kepada winger muda Eintracht Frankfurt, Jean-Matteo Bahoya. Pemain berusia 21 tahun itu dinilai memiliki profil yang mirip dengan bintang Arsenal, Bukayo Saka, dan bisa menjadi jawaban atas krisis kreativitas di lini depan Spurs.
Kebutuhan Tottenham akan pemain sayap berkualitas bukanlah hal baru. Sejak kepergian Harry Kane dan Heung-min Son, lini serang The Lilywhites kehilangan ketajaman. Musim lalu, mereka hanya mampu menempati peringkat tengah klasemen, jauh dari persaingan gelar. De Zerbi, yang dikenal dengan filosofi menyerangnya, membutuhkan pemain yang bisa membongkar pertahanan lawan dengan dribel dan kecepatan. Bahoya, yang musim lalu mencatatkan 2,8 dribel sukses per 90 menit dengan akurasi 59%, tampaknya cocok dengan kebutuhan tersebut.
Menurut laporan The Athletic, pihak Tottenham telah melakukan pembicaraan awal dengan agen Bahoya. Namun, mereka tidak sendirian. Klub-klub dari Arab Saudi dikabarkan juga tertarik memboyong pemain asal Prancis itu. Situasi ini bisa memicu perang penawaran, mengingat Frankfurt membanderol Bahoya dengan harga sekitar ยฃ60 juta. Angka tersebut memang terbilang besar untuk pemain yang belum membuktikan diri di liga top Eropa, tetapi potensi jangka panjangnya dinilai sepadan.
Perbandingan dengan Saka memang menarik. Bahoya berhasil mencatatkan akurasi tembakan ke gawang sebesar 41%, lebih tinggi dari Saka. Ia juga memiliki kecepatan tertinggi di Bundesliga musim lalu, mencapai 37 km/jam. Analis sepak bola Spencer Mossman bahkan menyebutnya sebagai "Saka yang lebih muda". Jika performa ini bisa dipertahankan di Premier League, Tottenham tidak hanya mendapatkan pemain berkualitas, tetapi juga pukulan psikologis bagi rival sekota mereka, Arsenal.
Namun, risiko tetap ada. Bahoya belum pernah bermain di liga sekompetitif Premier League, dan tekanan bermain di klub sebesar Tottenham bisa berbeda. De Zerbi harus memastikan bahwa pemain muda ini siap secara mental dan fisik. Jika tidak, ยฃ60 juta bisa menjadi investasi yang sia-sia. Meski begitu, dengan bursa transfer musim panas yang masih terbuka, keputusan Tottenham dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah musim mereka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Liga Inggris memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan kehadiran pemain muda berbakat seperti Bahoya bisa menjadi tontonan menarik. Selain itu, persaingan ketat antara klub-klub besar Eropa dan Arab Saudi dalam merekrut pemain juga mencerminkan dinamika pasar transfer global yang semakin kompetitif. Apakah Tottenham berani mengambil risiko demi masa depan? Atau akankah mereka kehilangan kesempatan emas untuk memperkuat skuad?



