Roma Kunci Transfer Givairo Read dari Feyenoord, Kalahkan Nottingham Forest
Baca dalam 60 detik
- AS Roma mencapai kesepakatan dengan Feyenoord untuk bek muda Givairo Read senilai €29 juta termasuk bonus, mengungguli Nottingham Forest.
- Pelatih Gian Piero Gasperini secara pribadi meyakinkan Read untuk bergabung setelah Roma lolos ke Liga Champions, dengan kontrak lima tahun senilai €2 juta per musim.
- Read, yang bisa bermain di kedua sisi pertahanan, diplot sebagai wing-back dalam skema Gasperini, menambah opsi taktik Roma di lini belakang.

AS Roma hampir memastikan kedatangan bek muda Givairo Read dari Feyenoord setelah menyepakati nilai transfer €29 juta termasuk bonus, mengungguli Nottingham Forest dalam perburuan pemain berusia 20 tahun itu. Kesepakatan ini menjadi sinyal ambisi Roma untuk memperkuat skuad jelang musim baru, sekaligus menunjukkan daya saing klub Serie A di pasar transfer Eropa.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Retesport, dan pakar transfer Fabrizio Romano, kedua klub tinggal merampungkan detail akhir, terutama soal skema pembayaran. Hari ini disebut sebagai momen krusial sebelum Read diizinkan terbang ke Italia untuk menjalani tes medis. Feyenoord awalnya mematok harga €30 juta, dan Roma berhasil menekan hingga €29 juta dengan tambahan bonus yang bersifat variabel.
Keputusan Read untuk memilih Roma tidak lepas dari peran langsung pelatih Gian Piero Gasperini. Ia dikabarkan melakukan komunikasi personal dengan pemain untuk meyakinkan proyek jangka panjang klub, terutama setelah Roma memastikan tiket ke Liga Champions musim depan. Faktor ini menjadi pembeda dibanding tawaran Nottingham Forest yang juga serius, namun tidak bisa menawarkan panggung kompetisi Eropa.
Kesepakatan personal antara Read dan Roma sebenarnya sudah tercapai lebih dulu. Pemain yang berulang tahun ke-20 pada Juni lalu itu akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan gaji bersih €2 juta per musim, ditambah bonus berdasarkan performa, seperti dilaporkan Corriere dello Sport. Dengan profil yang fleksibel—mampu bermain sebagai bek kanan maupun kiri—Read diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang menjawab kebutuhan taktik Gasperini.
Dalam skema permainan Gasperini yang identik dengan formasi tiga bek, Read diproyeksikan menempati posisi wing-back yang lebih ofensif. Peran ini menuntut kemampuan bertahan sekaligus mendukung serangan, sesuatu yang menurut analis sepak bola Italia menjadi keunggulan utama Read. Kecepatan dan visi bermainnya dinilai cocok dengan filosofi pressing tinggi yang kerap diterapkan pelatih asal Italia tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Eropa berlomba merebut talenta muda dari liga sekunder seperti Eredivisie. Feyenoord, yang dikenal sebagai salah satu pemasok pemain muda terbaik Eropa, kembali membuktikan diri sebagai tempat persemaian bakat yang menguntungkan. Pola ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia, di mana klub-klub lokal perlu lebih serius membina pemain agar bisa menembus pasar Eropa.
Dengan selesainya negosiasi ini, Roma semakin percaya diri menghadapi musim depan. Kehadiran Read tidak hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga memberikan fleksibilitas taktik yang dibutuhkan Gasperini untuk bersaing di Serie A dan Liga Champions. Pertanyaannya, apakah Read mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya sepak bola Italia? Atau justru butuh waktu untuk menemukan performa terbaiknya? Semua akan terjawab seiring berjalannya musim.



