Momen Panik Olivia Rodrigo Sebelum Tampil di Glastonbury: Lapangan Kosong Lima Menit Sebelum Naik Panggung
Baca dalam 60 detik
- Olivia Rodrigo mengaku panik saat melihat lapangan Glastonbury masih kosong lima menit sebelum ia naik panggung, karena penonton baru berpindah dari panggung lain.
- Penampilan yang awalnya menegangkan itu justru menjadi salah satu momen terbaik dalam kariernya, apalagi setelah Robert Smith dari The Cure ikut tampil.
- Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik panggung megah, bahkan bintang sekaliber Olivia Rodrigo pun bisa dilanda kecemasan sesaat.

Lima menit sebelum naik panggung utama Glastonbury 2025, Olivia Rodrigo hampir mengalami serangan panik. Sang penyanyi mendapat kabar dari teman-temannya bahwa lapangan di depan panggung masih nyaris kosong—jauh dari gambaran lautan manusia yang biasanya memadati slot headline festival legendaris Inggris itu.
Dalam wawancara dengan Zane Lowe di Apple Music, pelantun 'Drivers License' itu menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Teman-temannya yang sudah berada di area penonton melaporkan bahwa lapangan belum terisi seperempat kapasitas, karena sebagian besar pengunjung masih bertahan di panggung lain setelah pertunjukan sebelumnya berakhir. “Mereka semua panik, bilang 'Ya Tuhan, tidak ada yang datang menonton Olivia,'” kenangnya.
Namun, kekhawatiran itu ternyata hanya soal logistik festival. Begitu penonton mulai berdatangan dari berbagai penjuru, atmosfer berubah total. Olivia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai salah satu yang terindah dalam kariernya. “Ini pengalaman yang sangat indah, salah satu yang terbaik dalam hidup saya secara karier,” ujarnya.
Momen paling lucu terjadi saat Olivia bercanda meminta kru menghindari pengambilan gambar dari drone yang bisa memperlihatkan lapangan kosong. “Matikan drone shot, matikan drone shot!” katanya sambil tertawa. Setelah penonton memadati area, ia mengaku penampilannya terasa luar biasa, apalagi saat Robert Smith naik panggung untuk berduet. “Saya bisa salah lirik semua lagu, tapi kalau ada Robert, pasti tetap keren,” selorohnya.
Kisah ini menarik untuk dicermati di tengah industri musik Indonesia yang juga kerap menghadapi tantangan serupa. Beberapa festival musik besar di Tanah Air, seperti Java Jazz atau We The Fest, sering kali mengalami jeda waktu antara penampilan artis utama dengan perpindahan penonton dari panggung lain. Manajemen waktu dan komunikasi dengan pengunjung menjadi kunci agar momen seperti yang dialami Olivia tidak berujung pada kesalahpahaman.
Bagi para musisi Tanah Air, pengalaman Olivia bisa menjadi pelajaran berharga: penampilan panggung tidak selalu dinilai dari jumlah penonton di menit-menit awal. Yang terpenting adalah bagaimana seorang artis mampu mengelola tekanan dan tetap memberikan performa terbaik, seperti yang dilakukan Olivia malam itu.
Ke depannya, apakah para penyelenggara festival di Indonesia akan lebih memperhatikan transisi penonton antar panggung? Atau justru para musisi harus lebih siap mental menghadapi situasi serupa? Yang jelas, di balik gemerlap panggung, bahkan bintang global pun bisa merasakan degup jantung yang sama seperti kita semua.



