Steam Machine Muncul di Geekbench, Sinyal Peluncuran Mendekat
Baca dalam 60 detik
- Konsol game Valve, Steam Machine, kembali terdeteksi di platform benchmark Geekbench dengan kode Fremont dan sistem operasi SteamOS.
- Spesifikasi prosesor yang terungkap โ 6 core, 12 thread, clock 4,86 GHz โ mengindikasikan performa setara PC gaming kelas menengah.
- Kemunculan ini memperkuat spekulasi bahwa perangkat telah memasuki tahap pengujian terbatas, menjelang pengumuman resmi yang dijadwalkan musim panas ini.

Valve kembali menghidupkan kembali proyek konsol game-nya, Steam Machine, setelah perangkat tersebut muncul di basis data Geekbench dengan nama kode Fremont. Kemunculan ini menandai langkah maju yang signifikan menuju peluncuran komersial yang telah lama dinantikan.
Berdasarkan data Geekbench, Steam Machine terbaru menjalankan SteamOS sebagai sistem operasi utama. Prosesor yang digunakan memiliki enam inti dan dua belas utas, dengan cache L3 sebesar 16 MB dan kecepatan clock mencapai 4,86 GHz. Spesifikasi ini mengindikasikan bahwa perangkat tersebut setara dengan PC gaming kelas menengah, mampu menjalankan game-game modern dengan lancar.
Kemunculan di platform benchmark ini mengonfirmasi bahwa Valve telah memasuki tahap pengujian internal yang lebih intensif. Sebelumnya, rumor beredar bahwa Steam Machine telah dikirimkan kepada sejumlah penguji terpilih. Waktu kemunculan di Geekbench yang bertepatan dengan perkiraan pengumuman resmi pada musim panas 2025 memperkuat keyakinan bahwa peluncuran sudah dekat.
Bagi penggemar game di Indonesia, kehadiran Steam Machine bisa menjadi alternatif menarik di tengah dominasi konsol tradisional seperti PlayStation dan Xbox. Dengan basis komunitas Steam yang besar di Tanah Air, perangkat ini berpotensi menawarkan akses ke pustaka game PC yang luas dengan harga yang lebih kompetitif. Namun, tantangan seperti ketersediaan layanan purna jual dan dukungan garansi masih perlu diperhatikan.
Valve sebelumnya pernah meluncurkan Steam Machine pada 2015, namun gagal karena fragmentasi perangkat keras dan kurangnya dukungan dari pengembang. Kini, dengan pendekatan yang lebih terpadu dan ekosistem Steam Deck yang sukses, perusahaan asal Bellevue, Washington, itu diyakini telah belajar dari kesalahan masa lalu. Steam Machine generasi baru diharapkan hadir sebagai konsol yang siap pakai dengan performa optimal, tanpa perlu repot merakit sendiri.
Menurut analis industri, kesuksesan Steam Machine akan sangat bergantung pada harga jual dan dukungan game eksklusif. Jika Valve mampu menawarkan perangkat dengan harga di bawah Rp10 juta, konsol ini bisa menjadi pesaing serius di pasar. Namun, jika harganya terlalu tinggi, minat konsumen mungkin akan beralih ke PC rakitan atau konsol lain yang sudah mapan.
Dengan munculnya di Geekbench, publik kini menanti pengumuman resmi dari Valve. Akankah Steam Machine mampu mengulang kesuksesan Steam Deck atau justru kembali menjadi proyek gagal? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan.



