Kotozakura Kalahkan Hoshoryu di Final, Juarai Turnamen Sumo Paris
Baca dalam 60 detik
- Pegulat peringkat ozeki Kotozakura menumbangkan yokozuna Hoshoryu dalam partai playoff untuk merebut gelar juara turnamen eksibisi sumo di Paris.
- Turnamen dua hari yang digelar di Accor Arena ini menjadi bagian dari rangkaian tur luar negeri ke-15 Asosiasi Sumo Jepang, pertama sejak London tahun lalu.
- Kemenangan ini menegaskan dominasi Kotozakura di kelas elit makuuchi dan membuka peluang promosi ke pangkat yokozuna di masa depan.

Ozeki Kotozakura memastikan supremasi di pentas sumo internasional setelah mengalahkan yokozuna Hoshoryu dalam partai playoff pada Minggu (15/6) untuk menjadi juara turnamen eksibisi dua hari di Paris, Prancis. Pertarungan sengit di Accor Arena itu menjadi puncak dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan para pegulat terbaik divisi makuuchi.
Turnamen ini terdiri dari dua turnamen harian terpisah. Kotozakura tampil gemilang dengan memenangkan turnamen hari pertama, Sabtu, sementara Hoshoryu bangkit di hari kedua. Keduanya kemudian berhadapan dalam playoff untuk menentukan juara keseluruhan, dan Kotozakura keluar sebagai pemenang.
Hoshoryu, yokozuna kelahiran Mongolia, sebelumnya sukses mengalahkan Kotozakura di semifinal hari Minggu, lalu menaklukkan komusubi Takayasu di final dengan teknik force out. Namun, di partai puncak melawan Kotozakura, ia harus mengakui keunggulan lawannya. Sementara itu, yokozuna lainnya, Onosato, tersingkir lebih awal setelah dikalahkan Daieisho di ronde ketiga melalui thrust down.
Pertandingan di Paris ini menandai tur luar negeri ke-15 Asosiasi Sumo Jepang dan yang pertama sejak eksibisi di London pada Oktober tahun lalu. Kota Paris sendiri sebelumnya pernah menjadi tuan rumah turnamen sumo pada 1986 dan 1995. Kehadiran sumo di ibu kota Prancis ini mendapat sambutan hangat dari penggemar lokal yang memadati arena.
Rombongan besar yang terdiri dari 130 orang, termasuk pegulat, pelatih, dan ofisial, akan kembali ke Jepang dalam dua gelombang pada Rabu dan Kamis. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan para pegulat, tetapi juga sarana diplomasi budaya Jepang di Eropa.
Bagi Indonesia, meskipun sumo bukan olahraga arus utama, popularitasnya terus tumbuh berkat siaran langsung dan liputan media. Prestasi Kotozakura yang masih muda ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet bela diri Tanah Air untuk menembus panggung internasional. Ke depan, apakah Asosiasi Sumo Jepang akan mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu destinasi tur luar negeri? Dengan basis penggemar yang mulai terbentuk, bukan tidak mungkin sumo suatu hari nanti akan digelar di Jakarta.



