Pokémon Pokopia Siapkan Ekspansi Bawah Laut dan Expansion Pass Bertahap
Baca dalam 60 detik
- Nintendo Direct mengumumkan pembaruan gratis Pokémon Pokopia pada Agustus 2026 yang menghadirkan jurus Dive dan perluasan kota bawah laut.
- Expansion Pass berbayar akan dirilis dalam tiga gelombang: Agustus 2026, akhir 2026, dan 2027, dengan konten baru setiap tahap.
- Langkah ini memperkuat strategi Nintendo memperpanjang siklus hidup game Switch 2 melalui konten tambahan berkelanjutan.

Nintendo Direct edisi Juni 2026 membawa kabar gembira bagi penggemar Pokémon Pokopia, salah satu game terlaris di Switch 2. Melalui siaran resmi, Nintendo mengonfirmasi bahwa game tersebut akan mendapatkan pembaruan gratis dan expansion pass berbayar dalam beberapa bulan ke depan.
Pembaruan gratis dijadwalkan rilis pada Agustus 2026. Fitur utamanya adalah perluasan area bawah laut yang memungkinkan pemain menjelajahi kota-kota yang tenggelam. Jurus baru bernama Dive juga akan ditambahkan, memberikan dimensi eksplorasi vertikal yang sebelumnya belum ada. Langkah ini menjawab permintaan komunitas yang sejak awal penasaran dengan potensi dunia bawah air di Pokopia.
Selain itu, Nintendo mengumumkan Expansion Pass yang terdiri dari tiga gelombang konten. Gelombang pertama menyusul pada Agustus 2026 bersamaan dengan pembaruan gratis. Gelombang kedua dijadwalkan pada akhir 2026, dan gelombang ketiga pada 2027. Detail spesifik mengenai konten setiap gelombang belum diungkap, namun spekulasi mengarah pada penambahan pulau baru, Pokémon legendaris, dan mode multiplayer kooperatif.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi angin segar. Pasar game Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, dan basis pemain Pokémon sangat kuat. Dengan hadirnya konten tambahan, pemain lokal memiliki alasan untuk tetap setia pada Switch 2. Namun, perlu dicatat bahwa harga Expansion Pass belum diumumkan. Jika mengacu pada pola sebelumnya, harga kemungkinan berkisar antara Rp200.000 hingga Rp400.000 per gelombang, tergantung kurs dan kebijakan regional Nintendo.
Analis industri game, seperti diungkapkan oleh pengamat dari firma riset Niko Partners, menilai langkah Nintendo ini sebagai strategi untuk memperpanjang umur komersial Pokopia. “Dengan merilis konten secara bertahap hingga 2027, Nintendo memastikan pemain tetap terlibat dan ekosistem Switch 2 terus bergairah,” ujar salah satu analis. Pendekatan ini juga mengurangi risiko kejenuhan pasar yang kerap melanda game dengan satu kali rilis.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah konten ekspansi ini akan cukup untuk mempertahankan momentum penjualan Pokopia, terutama dengan hadirnya judul-judul kompetitor seperti The Legend of Zelda: Breath of the Wild 2 yang juga dijadwalkan rilis pada 2027. Nintendo tampaknya memilih jalan aman dengan memberikan konten berkala, namun tantangan terbesar adalah menjaga kualitas agar tidak sekadar menjadi konten pengisi.



