Nintendo Music Kini Bisa Diakses di Website dan iPad, Sasar Pengguna Non-Smartphone
Baca dalam 60 detik
- Nintendo Music resmi meluncurkan versi website dan aplikasi tablet, memperluas akses dari sebelumnya hanya di ponsel.
- Dukungan CarPlay dan Siri memudahkan pencarian lagu, sementara pengguna non-subscriber bisa browsing library lewat website.
- Penambahan 130 trek dari Mario Kart World memperkaya katalog, namun layanan ini masih terbatas untuk pelanggan Nintendo Switch Online.

Nintendo Music, layanan streaming musik resmi dari raksasa game asal Jepang, tak lagi hanya bisa dinikmati lewat layar ponsel. Perusahaan mengumumkan perluasan platform ke berbagai perangkat, termasuk website, iPad, hingga sistem hiburan mobil, sebagai upaya menjangkau lebih banyak pengguna di luar ekosistem smartphone.
Mulai pekan ini, pelanggan Nintendo Switch Online dapat mengakses perpustakaan musik Nintendo melalui browser web di komputer atau tablet. Tak hanya itu, aplikasi khusus untuk iPad juga tersedia, memberikan pengalaman layar lebar yang lebih imersif. Integrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto memungkinkan pengguna mendengarkan lagu favorit sambil berkendara, sementara asisten suara Siri kini bisa digunakan untuk mencari trek tertentu.
Fitur baru ini menjawab keluhan pengguna yang selama ini hanya bisa mengakses layanan lewat aplikasi ponsel. Dengan hadirnya versi website, pengguna yang tidak memiliki smartphone tetap bisa menikmati koleksi musik Nintendo. Bahkan, bagi yang belum berlangganan, browsing perpustakaan musik tetap bisa dilakukan melalui website, meski untuk memutar lagu tetap diperlukan keanggotaan aktif.
Di sisi konten, Nintendo Music juga memperbarui katalognya dengan menyertakan musik dari Mario Kart World. Sebanyak 130 trek baru siap didengarkan, dengan total durasi lebih dari empat jam. Ini menjadi tambahan signifikan setelah sebelumnya layanan hanya menawarkan musik dari seri Super Mario, The Legend of Zelda, dan Splatoon.
Bagi penggemar di Indonesia, perluasan ini membuka akses lebih mudah, terutama bagi mereka yang lebih sering menggunakan komputer atau tablet dibanding ponsel. Namun, kendala utama tetap pada ketersediaan Nintendo Switch Online di Tanah Air. Layanan berlangganan ini belum resmi masuk Indonesia, sehingga pengguna harus menggunakan metode alternatif seperti membeli voucher dari toko daring atau mengubah region akun. Meski demikian, minat terhadap game Nintendo di Indonesia cukup tinggi, dan langkah ini bisa menjadi sinyal positif bagi ekspansi layanan digital Nintendo ke pasar Asia Tenggara.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Nintendo akan membuka akses Nintendo Music tanpa keanggotaan Switch Online, atau justru menjadikannya fitur eksklusif untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Dengan persaingan layanan streaming musik yang semakin ketat, keputusan ini akan menentukan seberapa besar daya tarik Nintendo Music di mata konsumen kasual.



