Albert Wolsky, Perancang Kostum Ikonik 'Grease', Tutup Usia 95
Baca dalam 60 detik
- Albert Wolsky, perancang kostum pemenang Oscar untuk film 'Grease', 'All That Jazz', dan 'Bugsy', meninggal dunia di Los Angeles pada 23 Mei lalu.
- Kariernya selama lima dekade menghasilkan tujuh nominasi Oscar, dengan kostum ikonik seperti setelan kulit hitam Olivia Newton-John di 'Grease' yang terjual $162.000.
- Warisan Wolsky menginspirasi industri mode dan film global, termasuk di Indonesia di mana nostalgia 'Grease' masih hidup melalui tayangan ulang dan acara cosplay.

Albert Wolsky, perancang kostum dua kali pemenang Oscar yang menciptakan tampilan ikonik film Grease, All That Jazz, dan Bugsy, meninggal dunia pada usia 95 tahun di Los Angeles, 23 Mei lalu. Kepergiannya dikonfirmasi oleh rekan sesama perancang kostum Christopher Lawrence melalui unggahan Instagram yang penuh penghormatan.
Selama lebih dari lima dekade, Wolsky menjadi salah satu figur paling dihormati dalam desain kostum, dengan tujuh nominasi Academy Award. Ia membantu mendefinisikan identitas visual film dari drama gelap hingga komedi romantis dan musikal. Karyanya pada Grease khususnya melekat dalam sejarah budaya pop, dengan setelan kulit hitam yang dikenakan Olivia Newton-John sebagai Sandy Olsson tetap menjadi salah satu kostum paling dikenal di perfilman.
Dalam autobiografinya, Newton-John mengungkapkan bahwa celana ketat hitam yang dikenakan di adegan penutup film itu adalah celana vintage asli dari era 1950-an. "Celana itu sangat tua, dan hanya ada satu pasang, jadi tidak ada ruang untuk kesalahan," tulisnya. Celana tersebut kemudian menjadi barang lelang memorabilia Hollywood yang paling banyak dibicarakan ketika pendiri Spanx, Sara Blakely, membelinya seharga $162.000 pada 2019.
Wolsky memulai kariernya setelah belajar di City College of New York, bekerja di Broadway sebelum beralih ke film dan televisi. Ia membangun portofolio luas di berbagai genre, menyumbangkan kostum untuk film seperti Lenny, The Turning Point, Striptease, You've Got Mail, Runaway Bride, dan Maid in Manhattan. Proyek terakhirnya adalah drama ensemble David O. Russell tahun 2022, Amsterdam.
Bagi penonton Indonesia, warisan Wolsky tetap relevan. Grease masih sering diputar di stasiun televisi lokal dan menjadi inspirasi bagi acara cosplay serta pertunjukan nostalgia. Kostum ikoniknya juga memengaruhi desainer Tanah Air yang mengadaptasi gaya retro 1950-an ke dalam koleksi modern. "Kostum Wolsky bukan sekadar pakaian, melainkan karakter yang hidup," ujar pengamat film Indonesia, Andi Surya, dalam sebuah wawancara.
Christopher Lawrence, dalam penghormatannya, menulis: "Albert Wolsky. Seorang pangeran di antara manusia. Sungguh cinta dan rasa terima kasih atas persahabatan dan bimbinganmu. Kaulah orang pertama yang mengatakan bahwa aku akan menjadi perancang kostum, dan orang yang kucari untuk banyak keputusan besar. Aku sangat sedih."
Dengan kepergian Wolsky, industri film kehilangan seorang maestro yang karyanya melintasi generasi โ dari Broadway dan sinema klasik 1970-an hingga rilis studio kontemporer. Pertanyaan yang kini mengemuka: siapa yang akan meneruskan estetika visual yang ia bangun, dan bagaimana warisannya akan diinterpretasikan oleh generasi perancang kostum berikutnya?



