Real Madrid Tuntut Ganti Rugi Besar ke UEFA Usai Kemenangan Hukum di Pengadilan Madrid
Baca dalam 60 detik
- Pengadilan Provinsi Madrid mengabulkan gugatan Real Madrid, menyatakan UEFA melanggar aturan persaingan bebas Uni Eropa dalam kasus Super League.
- Klub asal Spanyol itu kini berhak menuntut ganti rugi finansial yang signifikan, meskipun UEFA menganggap keputusan tersebut tidak melegitimasi proyek Super League yang gagal.
- Sengketa ini berpotensi memperlebar jurang antara UEFA dan klub tersukses Eropa, di tengah upaya reformasi regulasi kompetisi lintas batas.

Real Madrid secara resmi mengumumkan akan menuntut ganti rugi dalam jumlah besar dari UEFA setelah Pengadilan Provinsi Madrid memenangkan gugatan mereka terkait proyek European Super League yang gagal pada 2021. Keputusan ini menegaskan bahwa UEFA, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), dan La Liga telah melanggar aturan persaingan bebas Uni Eropa dengan menyalahgunakan posisi dominan mereka.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (29/10), Real Madrid menyambut baik putusan pengadilan yang menolak banding dari ketiga institusi tersebut. Klub yang dipimpin Florentino Pérez ini menilai bahwa langkah UEFA menghalangi pembentukan Super League merupakan pelanggaran serius terhadap hukum Uni Eropa, sejalan dengan keputusan Pengadilan Keadilan Uni Eropa (CJEU) pada Desember 2023. Putusan CJEU sebelumnya menyatakan bahwa aturan yang digunakan UEFA untuk memblokir kompetisi tersebut bertentangan dengan hukum EU.
UEFA, dalam tanggapannya, menegaskan bahwa putusan pengadilan Madrid tidak melegitimasi proyek Super League yang sudah ditinggalkan, juga tidak melemahkan aturan otorisasi baru yang telah diadopsi UEFA pada 2022 dan diperbarui 2024. UEFA menyatakan aturan tersebut tetap berlaku penuh dan memastikan setiap kompetisi lintas batas dinilai berdasarkan kriteria objektif, transparan, non-diskriminatif, dan proporsional. Badan sepak bola Eropa itu juga merujuk pada resolusi Parlemen Eropa yang menentang kompetisi separatis karena dianggap membahayakan ekosistem olahraga secara keseluruhan.
Meskipun Real Madrid mengklaim kemenangan hukum, kalangan internal UEFA diyakini tidak terlalu khawatir. Menurut sumber, putusan tersebut hanya memberi izin kepada Real Madrid untuk mengajukan tuntutan ganti rugi melalui pengadilan, bukan jaminan bahwa tuntutan itu akan berhasil. Namun, kasus ini tetap menjadi sumber ketegangan berkelanjutan antara UEFA dan klub yang paling sukses dalam sejarah sepak bola Eropa.
Real Madrid juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 mereka telah mengadakan banyak diskusi dengan UEFA untuk mencari solusi, tetapi tidak mencapai kompromi terkait tata kelola yang lebih transparan, keberlanjutan finansial, perlindungan kesehatan pemain, dan peningkatan pengalaman penggemar. Klub menegaskan akan terus bekerja demi kebaikan sepak bola global sambil menuntut ganti rugi dari UEFA.
Ke depan, perkembangan hukum ini dapat memicu perubahan lebih lanjut dalam hubungan antara klub-klub besar Eropa dan UEFA. Dengan dukungan politik dari Parlemen Eropa yang menolak kompetisi separatis, UEFA tampaknya masih memiliki landasan kuat untuk mempertahankan model olahraga Eropa yang berbasis prestasi, akses terbuka, solidaritas, dan perlindungan piramida sepak bola. Namun, langkah Real Madrid menunjukkan bahwa pertarungan hukum antara elit klub dan induk organisasi sepak bola Eropa masih jauh dari kata usai.



