Terapi CD19 CAR-T Tiga Kali Lipat Tingkatkan Remisi pada Penyakit Autoimun Refrakter
Baca dalam 60 detik
- Semua pasien telah gagal menjalani berbagai lini terapi, termasuk biologis dan inhibitor JAK, yang menyoroti potensi terapi ini.
- Remisi bertahan hingga masa tindak lanjut 6 bulan tanpa efek samping yang serius.
- Terapi sel CAR-T CD19, yang awalnya disetujui untuk keganasan sel B, mengarahkan sel T yang direkayasa untuk menghilangkan sel B yang mengekspresikan CD19.
Studi tersebut melaporkan tiga pasien dengan penyakit autoimun parah yang resistan terhadap pengobatan mencapai remisi lengkap setelah satu kali infus terapi sel CAR-T CD19. Semua pasien telah gagal menjalani berbagai lini terapi, termasuk biologis dan inhibitor JAK, yang menyoroti potensi terapi ini. Remisi bertahan hingga masa tindak lanjut 6 bulan tanpa efek samping yang serius.
Terapi sel CAR-T CD19, yang awalnya disetujui untuk keganasan sel B, mengarahkan sel T yang direkayasa untuk menghilangkan sel B yang mengekspresikan CD19. Pada penyakit autoimun, pendekatan ini menghabiskan sel B patogen yang memproduksi autoantibodi dan menyajikan antigen diri. Metode ini mengatur ulang sistem kekebalan tubuh, yang berpotensi memberikan remisi yang tahan lama tanpa penekanan kekebalan yang berkelanjutan.
Remisi tiga pasien ini memberikan bukti konsep untuk terapi CAR-T pada indikasi autoimun, memperluas cakrawala terapeutiknya. Badan pengawas dapat mempercepat persetujuan mengingat kebutuhan yang belum terpenuhi pada pasien refrakter. Langkah selanjutnya melibatkan uji coba yang lebih besar untuk memastikan kemanjuran dan keamanan pada populasi autoimun yang beragam.
Langkah Kuat: Terapi sel CAR-T CD19 siap mengubah lanskap pengobatan autoimun, menantang paradigma perawatan bertahap saat ini. Jika uji coba yang lebih besar memvalidasi hasil ini, perkirakan perluasan regulasi yang cepat dan persaingan di antara perusahaan biotek untuk mengembangkan produk CAR-T siap pakai untuk penyakit autoimun.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).



