The Straits Times•Redaksi LyndNews••1 menit baca
Mentalitas 'Psiko' Berrettini Pacu Comeback di Prancis Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Berrettini: Jalani Pemulihan dengan Mental "Gila" Jalan Berrettini untuk kembali ke tenis Grand Slam tidak hanya membutuhkan rehabilitasi fisik—tetapi juga perombakan psikologis.
- Mantan petenis peringkat 6 dunia yang kini berusia 28 tahun itu menggambarkan pola pikirnya sebagai "gila" karena rela menahan rasa sakit dan pengulangan dalam proses pemulihan.
- Peringkat petenis asal Italia ini telah merosot ke posisi 95 setelah mengalami beberapa cedera, termasuk robekan otot perut dan operasi kaki.
#berrettini#pemulihan#gila#pemain#mental#kembali
Berrettini: Jalani Pemulihan dengan Mental "Gila"
Jalan Berrettini untuk kembali ke tenis Grand Slam tidak hanya membutuhkan rehabilitasi fisik—tetapi juga perombakan psikologis. Mantan petenis peringkat 6 dunia yang kini berusia 28 tahun itu menggambarkan pola pikirnya sebagai "gila" karena rela menahan rasa sakit dan pengulangan dalam proses pemulihan.
Peringkat petenis asal Italia ini telah merosot ke posisi 95 setelah mengalami beberapa cedera, termasuk robekan otot perut dan operasi kaki. Namun, penampilannya di Paris menunjukkan seorang pemain yang mulai kembali ke performa 10 besar, dengan memenangkan 83% poin dari servis pertama.
Tanah liat tetap menjadi permukaan paling berbahaya bagi Berrettini—ia mencapai final Wimbledon 2021 tetapi memiliki rekor 23-8 sepanjang karier di Roland Garros. Pukulan forehand topspin berat dan pergerakannya yang meningkat menunjukkan bahwa ia dapat menantang pemain unggulan di babak-babak selanjutnya. Ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi pemain dengan mobilitas tinggi yang mengeksploitasi kelincahan lateralnya yang masih dalam pemulihan.
**Langkah Kunci:** Mental "gila" Berrettini menciptakan keunggulan psikologis atas lawan yang takut cedera kambuh. Jika kondisi fisiknya bertahan, perjalanan jauh yang mengubah hierarki lapangan tanah liat bukanlah hal mustahil. Narasi kebangkitan kini memiliki bobot kompetitif yang nyata.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).
Share:
Lanjutkan membaca
Related by topic
Sumber dari : The Straits Times



