Gangguan Teknis pada Pertunjukan Drone Vivid Sydney, 89 Unit Jatuh ke Pelabuhan
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 89 drone jatuh ke perairan Darling Harbour saat pertunjukan Vivid Sydney akibat perubahan frekuensi radio yang tak terduga.
- Insiden ini memicu pembatalan dua jadwal pertunjukan berikutnya dan investigasi bersama oleh Skymagic serta otoritas Australia.
- Kejadian ini menyoroti kerentanan teknologi drone terhadap interferensi sinyal, terutama di area perkotaan padat frekuensi.

Sebuah pertunjukan drone dalam festival Vivid Sydney berakhir dramatis ketika 89 unit pesawat nirawak jatuh ke perairan Darling Harbour, Senin malam waktu setempat. Insiden yang terekam dalam video amatir memperlihatkan drone-drone tersebut berhamburan dan mendarat di air serta area dermaga, menimbulkan kebingungan di antara penonton yang menyaksikan atraksi cahaya musim dingin itu.
Festival Vivid Sydney, yang berlangsung selama tiga pekan setiap tahunnya, menampilkan instalasi cahaya berskala besar. Pertunjukan drone bertajuk Star-Bound yang baru dimulai pada Minggu (25/5) itu direncanakan berlangsung sebanyak 22 kali dalam 11 malam. Namun, setelah kegagalan teknis pada malam kedua, penyelenggara memutuskan membatalkan dua pertunjukan berikutnya sambil menunggu evaluasi menyeluruh.
Skymagic, perusahaan asal Inggris yang mengoperasikan pertunjukan tersebut, menyatakan penyebab utama adalah perubahan frekuensi radio yang tidak terduga setelah drone lepas landas. Gangguan ini memicu sistem keselamatan otomatis yang membuat drone melakukan pendaratan darurat. Seorang juru bicara Skymagic menegaskan bahwa tidak ada drone yang jatuh di luar batas aman yang telah ditentukan.
Seorang pekerja dermaga bernama Robert menuturkan kepada ABC Australia bahwa suara benturan drone cukup keras terdengar dari jarak 10-20 meter. โAnda bisa mendengar mereka jatuh dan pecah di atas semen marina,โ ujarnya. Meskipun demikian, tidak ada laporan korban jiwa atau cedera akibat insiden ini.
Penyelenggara Vivid Sydney menyampaikan permintaan maaf atas kekecewaan yang ditimbulkan dan menegaskan bahwa pembatalan pertunjukan dilakukan sesuai protokol keselamatan standar. Festival yang dimulai sejak 2009 ini mengklaim diri sebagai festival cahaya, musik, ide, dan kuliner terbesar di belahan bumi selatan, dengan jalur pejalan kaki sepanjang 6,5 km yang menampilkan 43 instalasi cahaya.
Ke depannya, Skymagic bersama lembaga pemerintah Australia akan melakukan penilaian penuh sebelum memutuskan jadwal pertunjukan selanjutnya. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko interferensi frekuensi radio dalam operasi drone massal, terutama di lingkungan perkotaan yang padat sinyal seperti Sydney Harbour.



