Barbra Streisand Terima Palme d'Or Kehormatan di Cannes 2026, Kenang Perjuangan Sutradarai Yentl
Baca dalam 60 detik
- Barbra Streisand menerima Palme d'Or kehormatan secara virtual di Cannes 2026 karena cedera lutut, menyampaikan pidato yang menyoroti perjuangan 15 tahun mewujudkan film Yentl.
- Dalam sambutannya, ia mengakui hambatan gender yang dihadapinya sebagai aktris yang ingin beralih ke kursi sutradara, sebuah isu yang masih relevan di industri film saat ini.
- Penghargaan ini menegaskan warisan Streisand sebagai pionir perempuan di balik layar, sekaligus membuka diskusi tentang representasi dan kesetaraan di perfilman global.

Barbra Streisand, ikon Hollywood berusia 84 tahun, secara resmi menerima penghargaan Palme d'Or kehormatan pada Festival Film Cannes 2026 meski harus absen secara fisik karena cedera lutut. Dalam pidato yang direkam dan diputar pada upacara Sabtu (23/5/2026), ia mengenang perjuangan panjang untuk menyutradarai film Yentl, yang menjadi debut penyutradaraannya setelah ditolak oleh berbagai studio selama 15 tahun.
Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan penghormatan kepada sutradara Peter Jackson dan aktor John Travolta. Sebelum pidato Streisand, aktris Isabelle Huppert menyoroti dukungan konsisten Streisand terhadap komunitas LGBTQ+ serta pencapaiannya di bidang film, musik, dan penyutradaraan.
Dalam pidatonya, Streisand mengaku terinspirasi oleh sineas Eropa dan Asia seperti François Truffaut, Ingmar Bergman, Federico Fellini, dan Akira Kurosawa. Ia menceritakan masa kecilnya yang sering mengunjungi bioskop dekat sekolah untuk menonton film klasik hitam-putih. “Saya terpesona oleh gambar-gambar di layar. Mereka begitu kuat hingga masih terngiang di kepala saya. Saya ingin menjadi aktris dan hidup di dunia lain yang lebih menarik,” ujarnya.
Bagian paling emosional dari pidatonya adalah saat ia mengungkapkan hambatan gender yang dialaminya. “Saya seorang perempuan, yang menjadi penghalang bagi orang lain. Lebih parahnya, saya adalah aktris yang ingin menyutradarai. Jadi setiap studio menolak saya. Selama 15 tahun proyek ini nyaris runtuh. Tapi saya harus membuat film ini,” kenangnya. Film Yentl akhirnya dirilis pada 1983 dan mendapat pujian kritis, membuktikan bahwa visi artistiknya layak diwujudkan.
“Film memiliki kemampuan magis untuk menyatukan kita, membuka hati dan pikiran. Saya sangat bangga menjadi bagian dari komunitas ini. Merci beaucoup dan vive le cinéma!” — Barbra Streisand
Streisand juga menyampaikan pesan tentang kekuatan film di tengah dunia yang terfragmentasi. “Di dunia yang kacau dan tampak semakin terpecah setiap hari, sangat menenangkan melihat film-film menarik dari seniman berbagai negara di festival ini,” tambahnya. Penghargaan ini melengkapi deretan prestasinya setelah sebelumnya ia tampil di panggung Oscar untuk tribute kepada mendiang Robert Redford.
Sementara itu, festival tahun ini ditutup dengan kemenangan sutradara Rumania Cristian Mungiu yang meraih Palme d'Or untuk film Fjord, debut berbahasa Inggrisnya. Mungiu menjadi sineas ke-10 yang memenangkan penghargaan tertinggi Cannes dua kali, bergabung dengan jajaran seperti Francis Ford Coppola dan Ken Loach. Penghargaan lain diberikan kepada Andrey Zvyagintsev (Grand Prix untuk Minotaur), serta aktor Valentin Campagne, Emmanuel Macchia, Virginie Emir, dan Tao Okamoto.
Penghormatan kepada Streisand di Cannes 2026 tidak hanya merayakan kariernya yang gemilang, tetapi juga mengingatkan industri akan pentingnya kesetaraan gender dan keberanian untuk melawan arus. Warisannya sebagai aktris, penyanyi, dan sutradara terus menginspirasi generasi baru sineas perempuan.



