Hayden Panettiere Bongkar Relasi Rumit dengan Sang Ibu: Pujian Disamakan dengan Cinta
Baca dalam 60 detik
- Hayden Panettiere mengungkap bahwa sejak kecil ia mengasosiasikan pujian dengan rasa cinta, yang membentuk pola hubungan tidak sehat dengan ibunya.
- Dalam memoar terbarunya, aktris ini mengkritik ibunya yang lebih fokus pada karier daripada kesejahteraan pribadinya, membuat hubungan mereka terasa seperti hubungan bisnis.
- Pada usia 19 tahun, Panettiere memutuskan mengakhiri kerja sama profesional dengan ibunya dan meminta sang ibu kembali menjalani peran sebagai orang tua.

Aktris Hayden Panettiere, yang dikenal lewat perannya di serial Heroes dan Nashville, kembali menjadi sorotan setelah membuka lembaran kelam masa kecilnya. Dalam wawancara terbaru dengan The Independent, perempuan berusia 36 tahun itu mengaku bahwa ia tumbuh dengan keyakinan keliru: pujian sama dengan cinta. Keyakinan ini, menurutnya, berakar dari pola asuh ibunya, Lesley Vogel, yang juga mantan aktris dan mengelola karier serta keuangan Hayden sejak kecil.
Panettiere mengungkapkan bahwa sejak awal merintis karier di industri hiburan, ia merasa harus menyenangkan ibunya untuk mendapatkan validasi. "Mendapatkan pujian di usia muda membuat saya merasa berdaya dan bahagia. Tapi semua itu terkait erat dengan menyenangkan ibu saya. Pendapatnya adalah yang paling penting bagi saya. Saya mengasosiasikan pujian dengan cinta. Jadi dipuji terasa seperti dicintai," tuturnya. Pola ini, menurut sang aktris, menciptakan hubungan yang tidak sehat dan membuatnya kesulitan membedakan antara dukungan profesional dan kasih sayang orang tua.
Dalam perjalanan kariernya, Panettiere mengaku ibunya lebih tertarik pada kesuksesan profesionalnya daripada kesejahteraan pribadinya. "Memiliki hubungan normal dengan saya bukanlah sesuatu yang menarik baginya. Dan mungkin juga itu adalah sesuatu yang bahkan tidak mampu ia lakukan," ujar ibu dari seorang putri berusia sembilan tahun, Kaya, hasil hubungannya dengan mantan petinju Wladimir Klitschko. Pandangan ini diperkuat oleh pernyataan Panettiere dalam podcast On Purpose with Jay Shetty, di mana ia menggambarkan hubungan mereka semata-mata sebagai urusan bisnis. "Saya menjadi tempat curhat, asisten, terapis, sandaran tangis—segala-galanya kecuali anaknya sendiri."
Puncak dari ketegangan ini terjadi saat Panettiere berusia 19 tahun. Ia memberanikan diri untuk memutus hubungan profesional dengan ibunya dan meminta sang ibu kembali menjalani peran sebagai orang tua. "Saya berkata padanya, 'Aku tidak ingin kita bekerja sama lagi. Aku hanya ingin kamu menjadi ibuku,'" kenangnya. Langkah ini menjadi titik balik dalam hidupnya, meskipun proses pemulihan hubungan personal tetap berlangsung hingga kini.
Memoar This Is Me: A Reckoning tidak hanya menjadi catatan perjalanan karier Panettiere, tetapi juga refleksi mendalam tentang bagaimana tekanan industri hiburan dan dinamika keluarga membentuk identitas seseorang. Dengan kejujuran yang jarang ditemui, Panettiere mengajak pembaca untuk memahami bahwa di balik gemerlap Hollywood, ada luka masa kecil yang butuh disembuhkan.



