Kylie Kelce Buka Suara soal Stigma Keluarga Besar: 'Seperti Tak Tahu Alat Kontrasepsi'
Baca dalam 60 detik
- Kylie Kelce mengaku mendapat respons makin dingin setiap kali mengumumkan kehamilan keempatnya, bahkan sindiran soal penggunaan alat kontrasepsi.
- Ia dan suami, Jason Kelce, memang mendambakan keluarga besar; jarak usia anak yang dekat dinilai positif karena anak bisa saling belajar.
- Di balik kebahagiaan, Kylie masih merasakan duka mendalam akibat keguguran pada 2018 yang terus membekas meski kini memiliki empat anak.

Kylie Kelce, istri mantan pemain NFL Jason Kelce, mengungkapkan bahwa dir kerap mendapat penilaian negatif dari orang-orang di sekitarnya karena memilih memiliki empat anak. Dalam podcast terbarunya Not Gonna Lie, perempuan 34 tahun itu menceritakan bagaimana antusiasme terhadap kabar kehamilannya terus menurun drastis dari anak pertama hingga keempat.
Menurut Kylie, respons yang diterimanya ketika mengumumkan kehamilan keempat sangat kontras dengan kehamilan pertama. "Orang-orang hanya bilang 'Selamat', lalu ada yang berkomentar, 'Kalian berdua tidak perlu saling sentuh, kan?'" ujarnya. Bahkan, beberapa kerabat dekatnya terang-terangan menanyakan apakah ia dan suami tidak mengenal alat kontrasepsi.
Meskipun menghadapi stigma, Kylie mengaku bersyukur anak-anaknya memiliki jarak usia yang dekat. Ia menilai hal itu memungkinkan mereka saling belajar dan tumbuh bersama. Namun, di sisi lain, ia juga merasakan kesedihan saat harus melepas anak pertamanya masuk taman kanak-kanak. "Bagaimana caranya kita menghentikan waktu?" keluhnya sambil menahan air mata.
"Saya tekankan bahwa rasa sakit ini masih terasa meskipun saya sudah memiliki empat anak, karena memang begitu adanya. Dan itu tidak apa-apa." β Kylie Kelce
Kylie juga membuka luka lamanya tentang keguguran yang dialami pada 2018. Ia menceritakan momen ketika dokter tidak dapat menemukan detak jantung janin melalui doppler. "Semua terasa seperti gerakan lambat. Mereka memperkirakan janin berhenti berkembang antara usia 9 hingga 10 minggu. Itu yang disebut missed miscarriage, di mana tubuh tidak menyadari bahwa kehamilan sudah tidak viable," jelasnya.
Pengalaman pahit itu, menurut Kylie, tetap membekas meski kini ia dikelilingi oleh empat anak yang sehat. Ia menekankan bahwa kesedihan akibat keguguran adalah hal yang wajar dan tidak perlu disembunyikan. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di balik kebahagiaan keluarga besar, terdapat perjuangan emosional yang tidak terlihat.
Ke depannya, Kylie berharap masyarakat lebih memahami bahwa pilihan untuk memiliki banyak anak adalah keputusan pribadi yang tidak seharusnya dihakimi. Kisahnya juga menyoroti pentingnya dukungan bagi mereka yang pernah mengalami keguguran, terlepas dari jumlah anak yang dimiliki saat ini.



