Penelope Cruz Alami Kejadian Mencekam Saat Syuting: Diagnosis Aneurisma Otak di Menit Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Penelope Cruz mendapat kabar mengejutkan tentang dugaan aneurisma otak sesaat sebelum syuting malam film terbarunya, The Black Ball.
- Aktris berusia 52 tahun itu mengaku sempat mengira akan meninggal, namun dokter memberikan izin untuk tetap bekerja keesokan harinya.
- Kejadian ini justru memperkuat ikatan Cruz dengan para kru yang mendukungnya, sekaligus menyoroti pentingnya berbagi pengalaman dalam industri film.

Penelope Cruz, aktris pemenang Oscar asal Spanyol, mengungkapkan pengalaman mencekam yang dialaminya saat memproduksi film terbaru berjudul The Black Ball. Dalam konferensi pers di Festival Film Cannes, ia menceritakan bahwa menjelang syuting adegan malam, ia diberi tahu oleh tim produksi bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya dugaan aneurisma otak. Momen yang ia sebut "benar-benar surealis" itu membuatnya merasa seolah-olah akan menghadapi ajal.
Cruz mengaku awalnya mengira informasi tersebut adalah lelucon. Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter, ia mendapat lampu hijau untuk tetap menjalani syuting keesokan harinya. "Saya pikir saya akan mati. Ini adalah sesuatu yang benar-benar surealis dalam hidup saya," ujarnya. Meski situasi penuh tekanan, aktris berusia 52 tahun itu memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya, didukung penuh oleh para kru yang telah mengetahuinya.
Dalam kesempatan yang sama, Cruz menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rekan-rekan setim yang memberikan dukungan luar biasa. "Syuting tidak akan berhenti. Dan bagi saya, membicarakan hal-hal ini sangat penting. Ini tentang berbagi informasi tentang bagaimana karakter-karakter ini membawa Anda—Anda mengalami hal-hal ini bersama, namun meskipun semua kesulitan, Anda bisa terus maju dalam hidup," jelasnya. Pengalaman ini justru memperkuat ikatan emosionalnya dengan para kru yang menjadi satu-satunya orang yang mengetahui detail kejadian tersebut.
Dalam film The Black Ball, Cruz memerankan Nene, seorang penyanyi kabaret. Meski karakternya hanya memiliki sedikit waktu layar, ia mengaku tertarik pada naskah yang menurutnya luar biasa. "Saya tidak mendasarkan keputusan saya pada jumlah menit karakter saya dalam naskah. Saya ingin menjadi bagian dari hal-hal yang penting, yang berbicara kepada saya," tegasnya. Film ini mengisahkan kehidupan tiga pria gay yang saling terhubung, dan Cruz merasa terpanggil untuk terlibat karena tema LGBTQ+ yang diangkat.
Aktris yang dikenal lewat film Vicky Cristina Barcelona ini juga menyoroti reaksinya terhadap ketidakadilan. "Saya memiliki reaksi yang sangat kuat terhadap apa pun yang tampaknya tidak adil. Ketika saya melihat orang-orang berjuang dan memperjuangkan hak-hak yang seharusnya tidak pernah dipertanyakan, itu menciptakan reaksi yang sangat kuat dalam diri saya yang perlu saya salurkan. Dan untungnya, saya bisa menyalurkannya melalui film-film yang saya bintangi," pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, para aktor dan kru seringkali menghadapi tantangan pribadi yang berat. Cruz memilih untuk tetap profesional dan menyelesaikan pekerjaannya, menunjukkan dedikasi yang patut diacungi jempol. Ke depannya, pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak keterbukaan tentang kesehatan mental dan fisik di lingkungan kerja kreatif.



