Jessie J Umumkan Bebas Kanker Setelah Jalani Mastektomi: 'Aku Menangis Berjam-jam'
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Jessie J menyatakan dirinya bebas kanker setelah menjalani pemeriksaan tahunan pasca-mastektomi akibat kanker payudara stadium awal.
- Dalam unggahan Instagram, ia mengaku menangis berjam-jam dan akhirnya bisa bernapas lega untuk pertama kalinya dalam setahun.
- Perjuangan melawan kanker juga berdampak pada waktu bersama putranya yang berusia tiga tahun, yang menurutnya 'dirampok' oleh penyakit tersebut.

Penyanyi internasional Jessie J mengumumkan kabar menggembirakan bahwa dirinya kini bebas dari kanker payudara setelah menjalani perawatan intensif. Kabar ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, beberapa hari setelah menjalani pemeriksaan tahunan di rumah sakit.
Pelantun "Price Tag" berusia 38 tahun itu sebelumnya didiagnosis mengidap kanker payudara stadium awal pada Juni 2024 dan menjalani mastektomi. Dalam video yang diunggah, ia tampak gugup menjalani MRI payudara—prosedur yang mengharuskannya berbaring telungkup dengan tangan terangkat seperti Superman. Meski cemas, ia berusaha tetap positif.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada lagi sel kanker. "Hasilnya sudah keluar dan aku bebas kanker!! Aku menangis berjam-jam dan akhirnya bisa menghela napas untuk pertama kalinya dalam setahun," tulisnya dalam keterangan video.
Dalam wawancara sebelumnya dengan The Guardian, Jessie mengaku tidak nyaman dengan prosedur operasi. Ia menyamakan pengalaman berjalan menuju ruang operasi dengan adegan dalam serial Black Mirror. "Kanker itu menyebalkan, tapi syukurlah aku menemukannya sejak awal. Mastektomi sudah dilakukan empat bulan lalu, dan payudara kananku sekarang seperti jeruk bali di bawah seprai ketat," ujarnya. Ia juga bercanda tentang ukuran implan yang tidak sesuai harapan, namun tetap bersyukur.
Di sisi lain, perjuangan melawan kanker juga berdampak emosional pada perannya sebagai ibu. Jessie memiliki seorang putra bernama Sky (3) dari pasangannya, Chanan Colman. Dalam podcast Great Company bersama Jamie Laing, ia mengungkapkan rasa kehilangan waktu berharga bersama anaknya. "Kemarin aku menangis. Aku merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anakku, dan aku merindukannya. Kanker telah merampas kenangan bersamanya," tuturnya.
Kesembuhan Jessie J menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan dukungan mental sangat penting dalam menghadapi penyakit serius. Dengan semangat pantang menyerah, ia kini dapat kembali fokus pada karier dan keluarga.



