Laporan Polisi Ungkap Detail Mengejutkan Penangkapan Britney Spears: Aksen Inggris dan Gelas Anggur di Mobil
Baca dalam 60 detik
- Britney Spears ditangkap pada 4 Maret 2025 di Ventura County karena mengemudi ugal-ugalan, dengan laporan polisi mencatat adanya gelas anggur kosong di mobil serta aksen Inggris yang muncul saat interogasi.
- Tes sobriety menunjukkan gangguan keseimbangan dan bicara cadel, namun Spears mengaku hanya minum satu champagne mimosa tujuh jam sebelumnya dan mengonsumsi obat resep dalam dosis tertentu.
- Sebagai bagian dari plea agreement, penyanyi 44 tahun itu dijatuhi hukuman 12 bulan masa percobaan, denda $571, serta kewajiban konsultasi psikolog mingguan dan psikiater dua kali sebulan.

Penangkapan Britney Spears pada awal Maret lalu terus menyita perhatian publik setelah laporan polisi setebal puluhan halaman dirilis ke media. Dokumen yang diperoleh Us Weekly mengungkap sejumlah detail mengejutkan, mulai dari aksen bicara sang penyanyi yang berubah menjadi logat Inggris hingga ditemukannya gelas anggur kosong di tempat minum mobilnya.
Peristiwa bermula pada malam 4 Maret 2025, ketika pihak kepolisian Ventura County, California, menerima laporan anonim mengenai kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi dan oleng. Petugas yang tiba di lokasi mengamati mobil Britney beberapa kali berpindah jalur hingga sekitar dua kaki tanpa isyarat, serta tidak segera merespons lampu darurat polisi. Saat akhirnya menepi setelah sirine dinyalakan, polisi mencium aroma alkohol yang menyengat dari dalam kabin.
Dalam wawancara di tempat kejadian, Britney mengaku baru mengonsumsi satu gelas champagne mimosa tujuh jam sebelumnya. Ia juga mengonfirmasi telah meminum beberapa obat resep, termasuk 200 mg Lamictal (antikonvulsan dan penstabil suasana hati), 40 mg Prozac (antidepresan), serta 2,5 mg Adderall (obat ADHD). Namun, petugas menemukan botol Adderall tanpa resep di dalam tas cokelat miliknya. Saat diminta keluar mobil, Britney sempat menolak dengan alasan pernah menjadi korban prank dan pelecehan, serta menuntut haknya sebagai perempuan untuk tidak meninggalkan kendaraan. Baru setelah sepuluh menit bernegosiasi, ia bersedia keluar.
Laporan polisi juga menyebutkan bahwa Britney menolak menyelesaikan tes sobriety dengan alasan silau. Ia mengeluh sakit kepala dan tidak mampu mengikuti gerakan jari petugas. Setelah itu, ia dibawa ke CHP Moorpark Office untuk evaluasi pengenalan narkoba, lalu ke Los Robles Medical Center guna pengambilan sampel darah. Di rumah sakit, Britney berusaha menunda prosedur dengan meminta ke toilet, namun justru menjadi argumentatif dan beringas, sehingga petugas memborgolnya dan menempatkannya di kursi depan mobil polisi.
“Saya bisa minum empat botol anggur dan tetap mengurus Anda. Saya seorang malaikat,” demikian pernyataan Britney kepada petugas seperti tertuang dalam laporan.
Beberapa pekan setelah penangkapan, Britney dilaporkan menjalani rehabilitasi. Dalam sidang plea agreement, ia mengaku bersalah atas mengemudi sembrono dan dijatuhi hukuman 12 bulan masa percobaan, satu hari penjara yang dianggap telah dijalani, denda sebesar $571, serta kewajiban berkonsultasi dengan psikolog setiap pekan dan psikiater dua kali sebulan. Kasus ini kembali menyoroti perjuangan panjang Britney melawan tekanan mental dan ketergantungan obat, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem hukum dalam menangani figur publik dengan riwayat kesehatan mental yang kompleks.



