Flare di Stadion Sultan Agung Berujung Denda Rp290 Juta untuk PSIM Yogyakarta
Baca dalam 60 detik
- Komdis PSSI menjatuhkan sanksi ganda kepada PSIM Yogyakarta dan panpel akibat flare massal pada laga kontra Madura United.
- Total denda Rp290 juta terdiri dari Rp40 juta untuk panpel karena gagal menjaga keamanan, dan Rp250 juta untuk klub atas ulah suporter.
- Manajemen PSIM menyatakan akan mengevaluasi sistem keamanan stadion dan mengajak suporter menjaga ketertiban demi menghindari sanksi lebih berat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469075/original/063243100_1768052175-Aksi_Laskar_Mataram_saat_paruh_pertama._PSIMJogja_StrongerThanEver_MataramDay.jpg)
Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada PSIM Yogyakarta dan panitia pelaksana pertandingan menyusul insiden penyalaan flare pada laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (17/5/2026) itu diwarnai aksi flare massal dari suporter setelah laga usai. Total denda yang harus dibayarkan mencapai Rp290 juta.
Pelanggaran pertama ditujukan kepada Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM yang dinilai lalai dalam menjaga ketertiban dan keamanan di area stadion. Kelalaian tersebut memicu banyaknya flare yang menyala di sejumlah tribun. Atas pelanggaran kode disiplin, Panpel dikenai denda administratif sebesar Rp40 juta. Sementara itu, klub PSIM sendiri dijatuhi sanksi denda Rp250 juta karena bertanggung jawab atas perilaku buruk penonton. Aksi flare massal yang dilakukan suporter selepas laga dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi disiplin kompetisi. Jumlah tersebut menjadi akumulasi hukuman terbesar yang diterima Laskar Mataram musim ini.
Manajemen PSIM menyatakan menghormati seluruh keputusan Komdis PSSI dan memastikan akan menyelesaikan kewajiban pembayaran denda sesuai prosedur federasi. Dalam pernyataan resmi pada Jumat (22/5/2026), klub menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan refleksi bersama. "Perjuangan mengawal tim kebanggaan harus senantiasa berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi. Langkah evaluasi segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang," tulis manajemen.
Insiden flare di Stadion Sultan Agung menjadi perhatian serius jelang musim depan. PSIM berencana melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan laga kandang. Klub juga berharap elemen suporter dapat ikut menjaga atmosfer pertandingan tetap kondusif. Menurut manajemen, dukungan penuh kepada tim seharusnya tidak merugikan klub secara finansial maupun administratif. Laskar Mataram menyadari fanatisme suporter merupakan kekuatan penting, namun kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi prioritas bersama.
"Ke depan, manajemen mengajak seluruh elemen suporter untuk saling menjaga ketertiban demi melindungi klub dari hukuman yang jauh lebih berat," lanjut pernyataan resmi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa yang berpotensi merugikan klub dan mencoreng citra kompetisi.

