Kapten Tottenham Absen di Laga Penentu Degradasi, De Zerbi Beri Pembelaan
Baca dalam 60 detik
- Cristian Romero memilih pulang ke Argentina untuk pemulihan cedera, bukan mendampingi rekan setim di laga hidup mati melawan Everton.
- Keputusan ini menuai kritik tajam dari legenda Spurs seperti Glenn Hoddle dan Teddy Sheringham yang menilai tindakan tersebut tidak pantas.
- De Zerbi mengklaim keputusan telah disetujui staf medis, namun ia memahami kekecewaan suporter yang menganggap kapten seharusnya hadir.

Cristian Romero, kapten Tottenham Hotspur, dipastikan absen pada laga pamungkas Premier League melawan Everton di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (25/5). Bek asal Argentina itu memilih menjalani pemulihan cedera lutut di kampung halamannya, Argentina, alih-alih mendampingi tim yang tengah berjuang menghindari degradasi. Keputusan ini memicu kontroversi, terutama karena Spurs hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengamankan tempat di kasta tertinggi musim depan.
Pelatih kepala Roberto De Zerbi membela keputusan tersebut dengan menyebut bahwa Romero telah berdiskusi dengan staf medis klub dan mendapatkan izin untuk pulang. "Kami berbicara pekan lalu. Dia selalu menunjukkan keinginan untuk bersama kami. Cederanya sudah terjadi dan kami harus menerimanya," ujar De Zerbi. Namun, ia juga mengakui bahwa ia "100%" memahami kekecewaan suporter yang merasa kapten seharusnya hadir di momen krusial seperti ini.
Kritik pedas datang dari mantan kapten dan manajer Spurs, Glenn Hoddle, yang menyebut keputusan Romero "memalukan". "Saya akan mengantarnya ke bandara dan bilang jangan kembali lagi," ujar Hoddle. Mantan striker Teddy Sheringham juga menyayangkan langkah Romero, dengan mengatakan bahwa laga ini adalah yang terbesar dalam sejarah klub dan sang kaptan seharusnya memberikan dukungan moral dari ruang ganti.
Menurut laporan, Romero dijadwalkan menonton pertandingan klub masa kecilnya, Belgrano, yang berlaga di final Apertura Argentina melawan River Plate. Ia juga diizinkan menggunakan fasilitas latihan Belgrano untuk pemulihan. Romero mengalami cedera saat melawan Sunderland pada April lalu dan kini berjuang untuk pulih tepat waktu membela Argentina di Piala Dunia musim panas ini.
De Zerbi menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah pada pemain yang siap tampil. "Saya tidak punya waktu untuk membuang energi memikirkan hal lain. Kami harus fokus pada pertandingan dan saya yakin pemain yang ada cukup baik untuk mencapai target," katanya. Ketika ditanya tentang masa depan Romero di klub, De Zerbi tidak memberikan jawaban pasti, hanya menyebut bahwa Romero adalah pemain top dan pribadi yang baik selama bersamanya.
Kontroversi ini menyoroti dilema antara loyalitas klub dan kebutuhan individu pemain. Meskipun Romero tidak bisa bermain karena cedera, kehadirannya di stadion setidaknya bisa menjadi simbol solidaritas. Namun, keputusan untuk pulang ke Argentina justru menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya terhadap tim yang mempercayakan ban kapten kepadanya sejak awal musim.



