Sheryl Crow Ungkap Pengkhianatan di Tengah Perjuangan Melawan Kanker Payudara
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Sheryl Crow mengaku menemukan bahwa mantan tunangannya, Lance Armstrong, menjalin hubungan dengan aktris terkenal saat ia menjalani pengobatan kanker.
- Kisah ini terungkap dalam podcast The Bobbycast, di mana Crow menceritakan pahitnya perpisahan yang terjadi bersamaan dengan diagnosis kanker payudara.
- Peristiwa tersebut mendorong Crow untuk memulai babak baru dengan mengadopsi anak dan pindah ke Nashville demi keluarga.

Sheryl Crow, penyanyi legendaris berusia 64 tahun, mengungkapkan bahwa hidupnya hancur pada tahun 2006 ketika ia harus menghadapi dua kenyataan pahit sekaligus: putus dengan tunangannya Lance Armstrong dan divonis mengidap kanker payudara. Lebih menyakitkan lagi, ia kemudian mengetahui bahwa Armstrong telah menjalin hubungan dengan seorang aktris terkenal di saat ia berjuang melawan penyakit tersebut.
Dalam wawancaranya di podcast The Bobbycast, Crow menceritakan bahwa perpisahan itu terjadi di minggu yang sama saat ia didiagnosis. “Saya bertunangan, memiliki tiga anak tiri yang luar biasa, dan berharap memiliki anak dengan Armstrong. Namun kami putus di minggu yang sama ketika saya divonis kanker payudara, dan saya tahu dia sudah dekat dengan aktris terkenal. Saya menjalani sembilan bulan radiasi, berduka, dan marah,” ujarnya.
Hubungan Crow dan Armstrong dimulai pada 2003 dan bertunangan dua tahun kemudian. Namun, perbedaan visi tentang keinginan memiliki anak menjadi pemicu keretakan. Dalam memoarnya tahun 2009, Armstrong mengklaim bahwa Crow menginginkan pernikahan dan anak, sementara ia merasa belum siap karena baru saja bercerai dan sudah memiliki tiga anak dari mantan istri, Kristin Richard. “Tekanan dari jam biologisnya yang terus berdetak itulah yang akhirnya menghancurkan hubungan kami,” tulis Armstrong.
Keputusan Crow untuk mengadopsi anak dan pindah ke Nashville merupakan bentuk refleksi atas pengalaman pahit tersebut. Dalam wawancara dengan Variety, ia mengungkapkan, “Setelah keluar dari hubungan yang saya kira akan berujung pernikahan, dekat dengan anak-anak yang akan menjadi anak tiri saya, lalu divonis kanker—semua itu membuat saya mengevaluasi ulang hidup. Saya ingin berakar, memiliki keluarga. Saudara perempuan saya tinggal di sini, dan keluarga besar saya hanya berjarak tiga jam. Saya memutuskan untuk memulai fase kedua.”
Kisah Crow menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, ada perjuangan pribadi yang berat. Ia berhasil bangkit dari keterpurukan, membangun keluarga sendiri, dan melanjutkan karier musiknya. Pengalaman ini juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan kemampuan untuk beradaptasi saat menghadapi cobaan hidup.



