Krisis di Venice Biennale 2026: Ratusan Seniman dan Paviliun Nasional Mundur dari Nominasi Penghargaan sebagai Aksi Solidaritas
Baca dalam 60 detik
- 54 seniman dan 22 paviliun nasional mundur dari nominasi penghargaan Venice Biennale 2026.
- Aksi ini mendukung juri resmi yang mengundurkan diri sebelumnya terkait isu kejahatan kemanusiaan.
- Terjadi pemogokan massal yang menutup 27 paviliun nasional sebagai bentuk protes politik.

Dunia seni internasional diguncang oleh aksi pengunduran diri massal dari nominasi penghargaan di Venice Biennale 2026. Langkah ini diambil oleh puluhan seniman dan tim kuratorial sebagai bentuk solidaritas atas pengunduran diri seluruh dewan juri resmi, yang memicu krisis legitimasi pada ajang seni paling bergengsi di dunia tersebut.
Detail Aksi Boikot:
- Penolakan "Visitors' Lions": 54 seniman individu dan 22 tim paviliun nasional menarik diri dari nominasi penghargaan Visitors' Lions—kategori penghargaan baru yang diputuskan melalui pemungutan suara pemegang tiket.
- Solidaritas Juri: Aksi ini merupakan dukungan bagi dewan juri asli yang mundur setelah sebelumnya menyatakan tidak akan mempertimbangkan negara yang pemimpinnya didakwa atas kejahatan kemanusiaan.
- Peserta Utama: Hampir separuh dari seniman pameran "In Minor Keys" (kurasi Koyo Kouoh), termasuk nama besar seperti Alfredo Jaar dan Cauleen Smith, menandatangani surat penarikan diri tersebut.
Protes Politik dan Ketegangan Global
Ketegangan telah meningkat selama berbulan-bulan terkait partisipasi beberapa negara dalam konflik global yang sedang berlangsung.
| Jenis Protes | Deskripsi Kejadian |
|---|---|
| Mogok Kerja 24 Jam | 27 paviliun nasional ditutup sepenuhnya atau sebagian sebagai bentuk protes terhadap kehadiran Israel. |
| Simbolisme Karya | Beberapa seniman menambahkan bendera Palestina atau pesan pro-Palestina pada karya seni mereka. |
| Tekanan Institusi | Desakan kuat dari komunitas seni agar Biennale meninjau kembali partisipasi Rusia, Israel, dan Amerika Serikat. |
"Penarikan diri ini adalah pernyataan tegas terhadap upaya Biennale untuk mengganti juri profesional dengan pemungutan suara pengunjung setelah adanya perselisihan etis terkait kejahatan kemanusiaan," lapor Artforum News Desk.
Daftar paviliun nasional yang menarik diri mencakup negara-negara seperti Prancis, Belgia, Swiss, Belanda, hingga Uni Emirat Arab. Situasi ini menempatkan penyelenggara Venice Biennale dalam posisi sulit, karena integritas artistik acara tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat komunitas kreatif global yang menuntut tanggung jawab moral di atas formalitas penghargaan.



