Dominasi Sony: Akuisisi Katalog Eks-Hipgnosis Senilai $4 Miliar Akhiri Saga Panjang Hak Cipta Musik
Baca dalam 60 detik
- Sony Music mengakuisisi katalog lagu eks-Hipgnosis dari Blackstone senilai hampir $4 miliar.
- Kesepakatan ini mencakup 45.000 lagu dari artis besar seperti Beyonce dan Lady Gaga.
- Blackstone diperkirakan meraup keuntungan lebih dari $1 miliar dari penjualan ini.

Sony Music Publishing resmi mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh hak musik yang dikendalikan oleh Recognition Music Group (sebelumnya Hipgnosis) dari perusahaan ekuitas Blackstone. Kesepakatan bernilai fantastis ini menandai berakhirnya salah satu drama bisnis musik paling kompetitif dalam sejarah modern.
Detail Akuisisi & Katalog:
- Nilai Kesepakatan: Diperkirakan mencapai $3,5 miliar hingga $4 miliar (sekitar Rp64 triliun), didanai bersama GIC (Sovereign Wealth Fund Singapura).
- Jumlah Lagu: Mencakup lebih dari 45.000 lagu, termasuk hit legendaris dari artis papan atas.
- Artis Terlibat: Hak cipta lagu yang dipopulerkan oleh Beyonce, Lady Gaga, Mariah Carey, Soundgarden, Bruno Mars, hingga Red Hot Chili Peppers.
Perjalanan Panjang Hipgnosis ke Sony
Proses ini melibatkan transisi rumit dari perusahaan rintisan yang disruptif hingga akhirnya jatuh ke tangan raksasa penerbit musik tradisional terbesar di dunia.
| Fase | Deskripsi Kejadian |
|---|---|
| Era Hipgnosis | Didirikan oleh Merck Mercuriadis; membeli katalog superstar dengan harga tinggi namun kesulitan di pasar saham. |
| Intervensi Blackstone | Blackstone membeli dana Hipgnosis pada 2024 setelah perang tawar dengan Apollo, lalu mengubah namanya menjadi Recognition Music Group. |
| Penjualan Akhir | Sony mengambil alih seluruh sisa hak cipta, memberikan keuntungan besar (estimasi profit >$1 miliar) bagi Blackstone. |
"Investasi kami pada katalog luar biasa ini mencerminkan keyakinan kami pada kekuatan abadi dari musik yang hebat—sebuah keyakinan yang beresonansi mendalam di Sony Music Group," ungkap Jon Platt, CEO Sony Music Publishing.
Meskipun Merck Mercuriadis telah meninggalkan imperium aslinya, kesepakatan ini membuktikan tesis awalnya: bahwa hak cipta musik adalah aset yang sangat berharga di luar fluktuasi pasar modal. Dengan kepemilikan baru ini, Sony kini bertindak sebagai "penjaga" warisan budaya dari ribuan lagu ikonik yang terus mendefinisikan generasi.



