Hampir 25 Tahun Berlalu, Sudah Saatnya FromSoftware Bangkitkan Kembali Seri Game Paling Anehnya: 'Lost Kingdoms'
Baca dalam 60 detik
- Sebuah artikel opini menyerukan agar FromSoftware menghidupkan kembali Lost Kingdoms, game GameCube tahun 2002 yang menggabungkan elemen aksi real-time dan deck-building (kartu).
- Mekanik game jadul ini dianggap melampaui zamannya, di mana pemain harus menyusun strategi kartu sambil menghindar dari serangan musuh secara langsung, serta memiliki kemampuan menangkap monster ala Pokémon.
- Jika dibangkitkan saat ini, Lost Kingdoms dapat memanfaatkan keahlian FromSoftware dalam penceritaan gelap (dark fantasy), skala dunia ala Elden Ring, dan tren game deck-builder masa kini (seperti Slay the Spire).

FromSoftware telah menghabiskan lebih dari tiga dekade menyempurnakan formula game fantasi mereka, melahirkan mahakarya pendefinisi genre seperti Dark Souls, Bloodborne, dan Elden Ring. Namun, jauh sebelum kesuksesan raksasa tersebut, mereka pernah merilis sebuah mahakarya aneh di Nintendo GameCube pada 25 April 2002 yang kini terlupakan: Lost Kingdoms.
Fakta Kunci 'Lost Kingdoms':
- Rilis & Penerbit: Memulai debutnya pada tahun 2002 di konsol GameCube dengan Activision sebagai penerbit.
- Perpaduan Genre Unik: Menggabungkan aksi petualangan real-time dengan mekanik penyusunan dek kartu (deck-building).
- Sensasi ala Pokémon: Pemain dapat menangkap musuh di medan perang dan mengubahnya menjadi kartu untuk memperkuat dek mereka.
Mekanik Klasik yang Melampaui Zamannya
Dirilis jauh sebelum Dark Souls, Lost Kingdoms menawarkan pendekatan taktis yang sangat berbeda. Mengikuti petualangan Katia untuk menyelamatkan kerajaannya, game ini memaksa pemain mengatur strategi kartu sekaligus menghindari serangan musuh secara real-time. Ketiadaan sistem pertarungan jarak dekat konvensional dari sang protagonis membuat kelincahan bermanuver dan penguasaan peta menjadi kunci utama untuk bertahan hidup.
Kustomisasi kartu memberikan rasa pencapaian yang memuaskan, di mana kartu dapat berevolusi dan menjadi lebih kuat seiring meningkatnya tantangan. Meskipun sempat mendapat sekuel setahun kemudian, seri ini mati suri seiring dengan pergeseran fokus FromSoftware.
| Elemen Permainan | Versi Klasik (2002) | Potensi Revival Modern |
|---|---|---|
| Nuansa & Cerita | Berwarna cerah dengan penceritaan fantasi yang cukup dasar dan sederhana. | Penceritaan gelap, mature, dan pembangunan dunia (worldbuilding) masif berskala Elden Ring. |
| Sistem Deck-Building | Kustomisasi dasar dengan elemen menangkap monster di medan pertarungan. | Dapat diintegrasikan dengan elemen roguelike modern layaknya Slay the Spire atau Balatro. |
| Desain Monster | Monster fantasi RPG standar era awal 2000-an. | Desain makhluk absurd, beringas, dan detail yang menjadi ciri khas Hidetaka Miyazaki cs saat ini. |
Relevansi dengan Tren Modern
Di era di mana game berbasis kartu atau deck-builder sedang merajai pasar, Lost Kingdoms terasa seperti sebuah ramalan dari masa lalu. Pendekatan FromSoftware yang selalu menekankan pentingnya menghindar (dodge) dan membaca gerakan musuh akan sangat cocok dipadukan kembali dengan manajemen kartu yang cepat dan taktis.
"Sebuah entri baru dari Lost Kingdoms akan sangat diuntungkan oleh pertumbuhan perusahaan selama bertahun-tahun... Tim di balik Elden Ring telah memamerkan bakat lintas generasi untuk membangun dunia yang dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam Lost Kingdoms yang lebih dewasa," tulis ulasan dari ComicBook.
Melihat kembali ke belakang, Lost Kingdoms adalah pelopor untuk berbagai game aksi fantasi modern. Membangkitkannya lewat Lost Kingdoms 3 bisa menjadi eksperimen brilian yang menggabungkan elemen retro terbaik dengan standar kualitas AAA modern milik FromSoftware.



