Film Biopik Michael Jackson Banjir Kritikan Tajam, Dicap Sebagai "Ajang Cuci Tangan" dan "Pengerukan Uang"
Baca dalam 60 detik
- Film biopik terbaru tentang Michael Jackson bertajuk Michael menuai kritik tajam dari sejumlah media ternama karena narasinya dianggap dangkal dan mengabaikan realitas kelam serta tuduhan yang menimpa sang bintang.
- Kritikus dari The Independent dan The Times memberikan ulasan negatif bintang satu, menyebut film tersebut sebagai "pengerukan uang" yang mengaburkan batas antara sinema dan barang dagangan.
- Walau alur ceritanya banyak dicela, para kritikus secara seragam memuji aksi memukau keponakan Michael, Jaafar Jackson, yang sukses mereplikasi aksi panggung ikonik sang Raja Pop.

Film biopik terbaru tentang Raja Pop dunia yang berjudul Michael mengundang reaksi keras dan terbelah dari sejumlah kritikus film. Karya sutradara Antoine Fuqua ini dinilai mengabaikan sisi kelam kehidupan sang bintang dan lebih terasa seperti produk komersial "pengeruk uang" ketimbang sebuah karya sinema yang jujur.
Fakta Kunci Film Biopik "Michael":
- Jajaran Pemeran: Menampilkan keponakan Michael sendiri, Jaafar Jackson (sebagai Michael), Colman Domingo (Joe Jackson), Nia Long (Katherine Jackson), dan Miles Teller (John Branca).
- Sutradara: Disutradarai oleh Antoine Fuqua, sosok di balik film aksi populer seperti Training Day dan The Equalizer.
- Respons Keluarga: Putra Michael, Prince dan Bigi Jackson, hadir di acara pemutaran perdana. Namun, sang putri, Paris Jackson, menolak hadir karena menganggap film tersebut hanya menuruti "fandom yang masih hidup dalam fantasi."
Kritik pedas bermunculan dari berbagai media ternama. Clarisse Loughrey dari The Independent hanya memberikan rating satu bintang dan menyebut film ini sebagai "pengerukan uang yang mengerikan dan tak bernyawa" (ghoulish, soulless cash grab). Ia menyoroti bagaimana film ini seolah mengaburkan batas antara sebuah film dan sekadar barang dagangan (merchandise).
"Ini adalah film yang sangat dangkal dan kaku, semacam hiburan kapal pesiar, yang tidak mampu membawakan dirinya untuk menunjukkan bahwa Michael adalah korban kekerasan, disiksa oleh ayahnya dan dirampas masa kecilnya," tulis salah satu kritikus yang menyoroti betapa amannya narasi yang diambil.
Pro dan Kontra Ulasan Kritikus
Hadir di tengah tren perilisan film biopik musikal dalam satu dekade terakhir (seperti Queen, Elton John, hingga Elvis), ulasan untuk film Michael terbagi antara kritikan terhadap narasinya dan pujian terhadap elemen teatrikalnya. Berikut adalah rangkuman ulasan dari beberapa media terkemuka:
| Kritikus / Media | Penilaian & Pandangan |
|---|---|
| Kevin Maher (The Times) | Memberi ulasan bintang satu. Menyebutnya sebagai titik nadir genre biopik musikal di mana subjek sepenuhnya "terlepas dari realitas". Meski begitu, ia mengakui adegan musiknya cukup brilian. |
| Pete Hammond (Deadline) | Menilai film ini gagal memberikan wawasan baru terkait sosok kontroversial tersebut, namun memuji Jaafar Jackson yang dinilai sukses "menyihir" penonton dan akan sangat disukai oleh para penggemar. |
| Owen Gleiberman (Variety) | Memberikan tanggapan yang lebih positif. Ia memuji penampilan para aktor dan sinematografi, menyebutnya sebagai biopik "jalan tengah" yang menarik untuk disaksikan. |
Terlepas dari kontroversi narasi yang dianggap sebagai "cuci tangan" (whitewash) atas berbagai tuduhan terhadap Jackson di kehidupan nyatanya, hampir semua kritikus sepakat untuk memuji penampilan Jaafar Jackson. Penampilan Jaafar dinilai memiliki kemiripan visual yang luar biasa (uncanny) dan sukses membangkitkan kembali keajaiban tarian serta aksi panggung sang paman ke layar lebar.



