Prancis Pilih Linux Gantikan Windows di Seluruh Kementerian demi Kedaulatan Digital
Baca dalam 60 detik
- Direktorat digital Prancis (DINUM) mewajibkan seluruh kementerian pemerintah untuk menyusun rencana transisi mengganti Windows dengan Linux paling lambat musim gugur 2026.
- Kebijakan ini bertujuan untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada teknologi luar Uni Eropa, terutama produk-produk perangkat lunak asal Amerika Serikat.
- Sebagai alternatif dari produk Microsoft, kementerian didorong menggunakan perangkat lunak open-source seperti distribusi openSUSE Linux dan paket produktivitas LibreOffice.

Direktorat digital antarkementerian Prancis, DINUM, telah menginstruksikan seluruh kementerian pemerintah untuk mengevaluasi ketergantungan mereka pada teknologi di luar Uni Eropa (UE). Mereka diwajibkan menyusun strategi peralihan (exit strategy) paling lambat musim gugur 2026, dengan prioritas utama mengganti sistem operasi Windows dengan stasiun kerja berbasis Linux.
Fakta Kunci Kebijakan Digital Prancis:
- Batas Waktu Transisi: Seluruh kementerian memiliki waktu hingga musim gugur 2026 untuk menyerahkan peta ketergantungan teknologi beserta rencana transisinya.
- Fokus Utama: Mengurangi ketergantungan pada perangkat lunak dan layanan dari luar wilayah UE, dengan Amerika Serikat secara spesifik menjadi target utama pengurangan.
- Migrasi Sistem: Peralihan dari sistem operasi Windows ke Linux menjadi elemen terbesar dari arahan ini, serta dorongan yang lebih luas menuju alternatif open-source.
Langkah tegas ini diambil oleh pemerintah Prancis sebagai upaya strategis untuk menjaga keamanan, kemandirian, dan kedaulatan data nasional mereka dari dominasi perusahaan teknologi asing.
"Negara tidak bisa lagi sekadar mengakui ketergantungannya; kita harus membebaskan diri. Kita perlu mengurangi ketergantungan pada alat-alat Amerika dan mengambil kembali kendali atas masa depan digital kita," tegas Menteri Aksi Publik dan Akuntansi Prancis, David Amiel.
Alternatif Open-Source dari Uni Eropa
Bagi kementerian dan organisasi pemerintah yang diwajibkan menggunakan perangkat lunak asal UE, ada beberapa opsi utama yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan produk-produk raksasa teknologi saat ini.
| Perangkat Lunak Saat Ini | Alternatif Open-Source dari Uni Eropa |
|---|---|
| Microsoft Windows (Sistem Operasi) | openSUSE Linux (Distribusi Linux yang pengembangannya berakar di wilayah Eropa dan dapat memenuhi standar kedaulatan). |
| Microsoft Office (Produktivitas) | LibreOffice (Paket aplikasi perkantoran sumber terbuka yang dikembangkan di Eropa). |
Hingga saat ini, DINUM belum merilis daftar spesifik mengenai pengganti yang disetujui secara resmi. Selain itu, arahan tersebut tidak secara mutlak melarang penggunaan perangkat lunak open-source yang berasal dari luar UE, asalkan distribusinya masih memenuhi interpretasi syarat kedaulatan yang ditetapkan oleh DINUM. Tanggal pasti untuk migrasi sistem secara penuh belum diumumkan dan masih menunggu penyerahan rencana dari tiap kementerian pada 2026.



