Rockstar Games Konfirmasi Peretasan oleh Grup Hacker ShinyHunters, Didesak Bayar Tebusan Sebelum 14 April
Baca dalam 60 detik
- Rockstar Games mengonfirmasi bahwa sistem perusahaannya telah diretas oleh kelompok peretas berbahaya bernama "ShinyHunters".
- Peretas mengklaim telah mengakses instans Snowflake milik Rockstar melalui Anodot.com dan memberi tenggat waktu hingga 14 April 2026 untuk membayar tebusan agar data tidak dibocorkan.
- Juru bicara Rockstar membantah tingkat keparahan insiden tersebut, menyatakan bahwa hanya "informasi non-material" yang dicuri dan tidak ada dampak lanjutan bagi perusahaan maupun para pemain.

Perusahaan pengembang game raksasa, Rockstar Games, tampaknya kembali menjadi target peretasan. Kali ini, kelompok peretas populer yang dikenal dengan nama "ShinyHunters" mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyandera data rahasia perusahaan untuk meminta uang tebusan.
Fakta Kunci Insiden Peretasan Rockstar:
- Pelaku Peretasan: Serangan ini didalangi oleh ShinyHunters, kelompok peretas yang sebelumnya juga telah membobol sejumlah perusahaan besar lainnya.
- Tenggat Waktu Tebusan: Peretas memberikan ultimatum kepada Rockstar untuk membayar tebusan paling lambat pada tanggal 14 April 2026 sebelum data mereka dibocorkan.
- Metode Serangan: Berdasarkan pesan ancaman, peretas mengklaim berhasil menyusup dan mengompromikan instans Snowflake milik Rockstar melalui celah di Anodot.com.
Serangan ini pertama kali diidentifikasi oleh pengamat keamanan siber, Cybersec Guru. Tak lama setelahnya, seorang juru bicara Rockstar membenarkan bahwa peretasan tersebut memang terjadi, meskipun mereka meremehkan dampak fatal dari insiden itu.
"Rockstar Games, instans Snowflake Anda dikompromikan berkat Anodot.com. Bayar atau bocor. Ini adalah peringatan terakhir untuk menghubungi kami paling lambat 14 April 2026... Buatlah keputusan yang tepat, jangan menjadi berita utama berikutnya," tulis pesan ancaman dari grup ShinyHunters di situs web mereka.
Tanggapan Rockstar dan Spekulasi Dampak
Menghadapi ancaman pemerasan ini, pihak Rockstar Games berusaha menenangkan publik dan komunitas pemain mereka dengan mengeluarkan pernyataan resmi.
| Pihak Terlibat | Klaim dan Pernyataan |
|---|---|
| ShinyHunters (Peretas) | Mengklaim memiliki data rahasia dan mengancam akan mendatangkan sejumlah "masalah digital yang mengganggu" bagi Rockstar jika tebusan tidak dibayarkan. |
| Rockstar Games | Menyatakan bahwa peretas hanya berhasil mengambil "informasi perusahaan non-material" dan menegaskan bahwa serangan tersebut tidak berdampak pada organisasi maupun para pemain. |
Respons dari Rockstar ini mengisyaratkan bahwa mereka kemungkinan tidak akan membayar uang tebusan tersebut karena data yang dicuri dianggap tidak memiliki nilai yang berarti. Namun, sebagian pihak juga menilai bahwa pernyataan ini bisa jadi hanyalah langkah pengendalian kerusakan (damage control) demi menjaga citra perusahaan.



