Meta Rilis AI Baru 'Muse Spark': Tertutup dan Eksklusif, Bertolak Belakang dengan Ambisi Open Source Zuckerberg
Baca dalam 60 detik
- Meta baru saja merilis model AI terbaru bernama Muse Spark, namun model ini bersifat tertutup dan eksklusif, berbeda dengan seri Llama yang open-source.
- Keputusan ini bertolak belakang dengan pernyataan Mark Zuckerberg sebelumnya yang sangat mendukung AI open-source sebagai masa depan teknologi.
- Muse Spark diklaim lebih efisien, memiliki performa setara dengan AI buatan OpenAI dan Google, serta dilengkapi fitur penalaran kompleks bernama contemplating mode.

Hampir dua tahun setelah mengagung-agungkan kehebatan AI sumber terbuka (open-source), CEO Meta Mark Zuckerberg kini mengambil langkah yang berbeda. Raksasa media sosial tersebut baru saja meluncurkan "Muse Spark", model AI terbaru dari tim Superintelligence mereka yang bersifat eksklusif, tertutup, dan tidak bisa diunduh secara bebas seperti pendahulunya, Llama.
Fakta Kunci Model AI Muse Spark:
- Sistem Tertutup: Berbeda dengan Llama, Muse Spark adalah model kepemilikan (proprietary). Aksesnya sangat dibatasi, hanya melalui portal AI Meta atau akses API khusus bagi mereka yang mendapat undangan.
- Efisiensi Komputasi: Meta mengklaim Muse Spark lebih efisien untuk dilatih dibandingkan Llama 4, mampu mencapai kemampuan yang sama dengan kebutuhan komputasi yang jauh lebih kecil.
- Mode Kontemplasi: Model ini memperkenalkan "contemplating mode" (mode perenungan) yang mengatur beberapa agen penalaran bekerja secara paralel untuk menyaingi model canggih seperti Gemini Deep Think dan GPT Pro.
Keputusan Meta untuk tidak merilis bobot (weights) dari Muse Spark sangat kontras dengan manifesto Zuckerberg pada tahun 2024 yang berjudul "Open Source AI is the Path Forward". Saat itu, ia berargumen keras bahwa membuka akses AI (seperti Llama) tidak akan melemahkan pendapatan atau kemampuan perusahaan untuk berinvestasi, dan menyamakannya dengan kesuksesan sistem operasi Linux.
"Jika kita menjadi satu-satunya perusahaan yang menggunakan Llama, ekosistem ini tidak akan berkembang dan nasib kita tidak akan lebih baik dari varian Unix yang tertutup," tulis Zuckerberg kala itu, membela pendekatan sumber terbukanya yang kini tampaknya dikesampingkan demi Muse Spark.
Mengapa Meta Beralih ke Model Tertutup?
Langkah ini disinyalir sebagai respons atas performa seri Llama 4 yang kurang memenuhi ekspektasi. Meta bahkan dilaporkan membatalkan pengembangan varian terbesarnya, "Behemoth", yang direncanakan memiliki 2 triliun parameter. Kegagalan ini membuat Meta merombak ulang divisi AI-nya dari nol dan merekrut talenta papan atas seperti Alexandr Wang untuk memimpin Meta Superintelligence Labs.
| Fitur / Aspek | Detail pada Muse Spark |
|---|---|
| Arsitektur Dasar | Model penalaran multimodal asli yang dilengkapi penggunaan alat (tool-use) dan rantai pemikiran visual (visual chain of thought). |
| Performa vs Pesaing | Diklaim mampu menyamai atau bahkan melampaui performa model teratas dari pesaing berat seperti OpenAI, Anthropic, dan Google. |
| Ketersediaan | Tersedia saat ini secara terbatas, sementara Contemplating mode akan diluncurkan secara bertahap di meta.ai. |
Meski saat ini fokus pada Muse Spark yang eksklusif, Zuckerberg berjanji bahwa Meta belum sepenuhnya meninggalkan ekosistem terbuka. Melalui unggahannya di Threads, ia menyatakan bahwa perusahaan tetap berencana merilis model sumber terbuka baru di masa depan sembari terus mendorong batasan kecerdasan buatan.



