Awas Scam Tilang QR Code: Trik Baru Hacker Lewati Filter Keamanan SMS
Baca dalam 60 detik
- Kampanye phishing baru menggunakan kode QR yang disisipkan dalam gambar SMS untuk menghindari deteksi otomatis dari filter keamanan teks.
- Penipu menggunakan halaman pengalihan CAPTCHA untuk menyembunyikan situs web palsu mereka dari alat pelacak dan peneliti keamanan.
- Korban dipancing dengan nominal denda kecil sebesar $6.99 agar mau menyerahkan data pribadi dan rincian kartu kredit lengkap untuk dicuri.

Laporan terbaru dari Ghacks mengungkap modus penipuan (phishing) berbahaya yang menargetkan pengguna smartphone melalui pesan teks berisi gambar surat tilang palsu dan kode QR.
Fakta Kunci Modus Scam QR Code 2026:
- Bypass Keamanan: Menggunakan gambar berisi kode QR, bukan tautan teks biasa, agar lolos dari filter pemindaian keamanan otomatis pada sistem.
- Taktik Evasion: Memanfaatkan halaman CAPTCHA perantara untuk memblokir bot analisis keamanan siber dari pelacakan infrastruktur mereka.
- Denda Fiktif: Meminta pembayaran nominal kecil ($6.99) untuk memancing korban menyerahkan data kartu kredit secara penuh tanpa curiga.
Pesan penipuan ini menyamar sebagai pemberitahuan resmi dari pengadilan terkait denda parkir dan tilang yang belum dibayar. Dengan memaksa korban memindai kode QR, penipu berhasil mengelabui sistem pelindung perangkat genggam yang umumnya difokuskan untuk memblokir URL berbasis teks.
"Nominal denda $6.99 sengaja digunakan agar permintaan terlihat wajar dan berisiko rendah, padahal formulir tersebut dirancang untuk menyedot detail kartu pembayaran secara lengkap."
Tahapan Eksekusi Penipuan (Workflow)
| Tahapan | Proses Eksekusi |
|---|---|
| 1. Distribusi SMS | Pengiriman gambar surat pengadilan palsu dengan kode QR tersemat. |
| 2. Pengalihan CAPTCHA | Korban memindai kode QR dan diarahkan ke situs perantara untuk lolos verifikasi bot. |
| 3. Landing Page Tiruan | Korban masuk ke situs web yang meniru antarmuka (UI) agensi resmi. |
| 4. Ekstraksi Data | Korban diarahkan mengisi form berisi PII dan rincian kartu kredit. |
Pihak berwenang menegaskan bahwa instansi resmi tidak pernah mengirimkan pesan teks untuk menagih pembayaran denda via kode QR. Jika Anda menerima pesan serupa, abaikan dan jangan pernah memasukkan detail finansial Anda ke tautan yang tidak terverifikasi.



