Unggahan Instagram Chaeryeong ITZY Dibanjiri Hujatan Usai Gunakan Lagu Terbaru BTS
Baca dalam 60 detik
- Chaeryeong ITZY dihujat netizen internasional setelah mengunggah foto dengan lagu latar "Into The Sun" milik BTS.
- RM dan J-Hope BTS sempat menyukai unggahan tersebut sebelum serangan komentar negatif memuncak.
- Netizen Korea menganggap reaksi keras fans internasional tidak masuk akal dan dipicu oleh sentimen persaingan antar fandom (fanwar).

Chaeryeong ITZY mendadak menjadi sasaran kemarahan netizen internasional setelah mengunggah rangkaian foto di akun Instagram pribadinya. Reaksi keras ini dipicu bukan oleh visual sang idol, melainkan keputusannya menyematkan lagu terbaru BTS, "Into The Sun", dari album pemecah rekor mereka, Arirang.
Meskipun unggahan tersebut sempat mendapat apresiasi berupa "Like" dari anggota BTS, RM dan J-Hope, gelombang komentar negatif justru mendominasi kolom komentar. Fenomena ini memicu diskusi hangat di berbagai forum komunitas Korea, termasuk TheQoo, yang merasa heran dengan intensitas kebencian yang diterima Chaeryeong hanya karena pilihan musiknya.
- Pemicu Utama: Penggunaan lagu BTS "Into The Sun" sebagai musik latar unggahan foto personal.
- Dukungan Senior: RM dan J-Hope secara terbuka menyukai (like) postingan tersebut sebelum serangan dimulai.
- Reaksi Netizen Korea: Kebanyakan merasa bingung dan menganggap reaksi fans internasional terlalu dramatis.
- Spekulasi Motif: Diduga akibat persaingan antar agensi (Fanwar) atau sentimen negatif terhadap dominasi BTS di pasar global.
Banyak netizen Korea menilai bahwa serangan terhadap Instagram Chaeryeong mencerminkan dinamika toksik dalam perebutan kekuasaan antar fandom di luar negeri. Di forum TheQoo, unggahan mengenai insiden ini telah dilihat lebih dari 25.000 kali, di mana para pengguna lokal melabeli situasi ini sebagai "bencana alam" yang biasa terjadi dalam perselisihan fandom internasional.
Beberapa pengamat industri menilai bahwa kolaborasi atau sekadar apresiasi antar idol dari agensi berbeda seringkali disalahartikan oleh sebagian penggemar radikal sebagai bentuk pengkhianatan terhadap "tim" mereka sendiri. Padahal, interaksi semacam ini merupakan hal lumrah di kalangan sesama profesional industri musik.
Ke depan, insiden ini kembali membuka perdebatan mengenai batasan privasi dan kebebasan berekspresi idol di media sosial. Meskipun mendapatkan tekanan, banyak penggemar setia ITZY yang terus memberikan pesan dukungan di kolom komentar untuk menetralkan suasana negatif yang diciptakan oleh para penyerang tersebut.



