Dunia keuangan digital mencatat tonggak sejarah baru pada 23 Maret 2026 setelah bursa-bursa utama Amerika Serikat secara kolektif menghapus batasan kontrak pada perdagangan opsi ETF Bitcoin dan Ethereum. Berdasarkan laporan BitcoinEthereumNews, langkah ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan likuiditas yang lebih dalam bagi investor institusional yang selama ini merasa terbatasi oleh plafon 25.000 kontrak yang ditetapkan sejak peluncuran perdana instrumen ini di akhir 2024.
Secara analitis, penghapusan batasan ini adalah bentuk pengakuan formal dari SEC bahwa pasar opsi kripto telah mencapai tingkat maturitas yang cukup untuk beroperasi di bawah aturan yang sama dengan ETF ekuitas konvensional. Dengan dibukanya fitur FLEX Options, manajer aset kini dapat merancang strategi perlindungan nilai yang lebih kompleks, yang pada gilirannya akan mengurangi dampak volatilitas harga aset dasar di pasar spot karena adanya mekanisme arbitrase yang lebih efisien di pasar derivatif.
โข Status Batasan Kontrak: Dihapus Sepenuhnya (Unlimited Positions).
โข Bursa Terlibat: NYSE Arca, NYSE American, Nasdaq.
โข Produk Terdampak: 11 Spot BTC & ETH ETFs (iShares, Fidelity, Grayscale, dll).
โข Fitur Baru: Perdagangan FLEX Options Diaktifkan.
Melihat ke depan, tim LyndNews memperkirakan lonjakan volume perdagangan derivatif akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang. Fokus utama kini beralih pada bagaimana bursa-bursa ini mengelola risiko sistemik dari posisi terkonsentrasi yang besar. Namun, secara keseluruhan, keputusan ini memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pusat inovasi keuangan kripto yang terregulasi, meninggalkan tantangan bagi yurisdiksi lain untuk mengikuti jejak serupa.




