Harapan Baru Alzheimer: Studi Klinis Ungkap Potensi Lithium Dosis Rendah dalam Memperlambat Penurunan Memori
Baca dalam 60 detik
- Studi terbaru menunjukkan lithium dosis rendah (sekitar 195 mg/hari) dapat memperlambat penurunan daya ingat pada lansia dengan gangguan kognitif ringan (MCI).
- Zat ini bekerja dengan melindungi sel otak dari racun protein amyloid-beta dan tau yang sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.
- Ahli memperingatkan masyarakat agar tidak mencoba mengonsumsi lithium sendiri, karena obat ini memiliki risiko efek samping pada ginjal dan tiroid jika tidak dipantau secara medis.

Lithium, obat yang selama puluhan tahun menjadi standar emas untuk gangguan bipolar, kini menunjukkan potensi mengejutkan dalam dunia geriatri. Sebuah studi terbaru mengindikasikan bahwa penggunaan lithium dosis rendah dapat memperlambat penurunan memori pada lansia dengan gangguan kognitif ringan (MCI).
Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Ariel Gildengers dari University of Pittsburgh ini melibatkan 80 partisipan berusia di atas 60 tahun. Hasil uji klinis selama dua tahun yang dipublikasikan di JAMA Neurology pada Maret 2026 menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lithium karbonat dosis rendah mengalami laju penurunan memori verbal yang lebih lambat dibandingkan kelompok plasebo. Efek perlindungan saraf ini ditemukan lebih kuat pada partisipan yang memiliki jejak protein amyloid-beta, yang merupakan indikator utama penyakit Alzheimer.
Meskipun temuan ini menggembirakan, para ahli menekankan bahwa penggunaan lithium untuk kesehatan otak tetap memerlukan pengawasan medis yang sangat ketat. Dosis yang digunakan dalam studi ini jauh di bawah dosis psikiatri (rata-rata 195 mg/hari), namun pemantauan fungsi ginjal dan tiroid secara berkala tetap wajib dilakukan untuk menghindari efek toksik.
- Efek Neuroprotektif: Lithium dosis rendah membantu menghambat protein tau dan amyloid-beta yang merusak sel otak.
- Bukan Untuk Pengobatan Sendiri: Lithium dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter dan pemantauan kadar darah secara rutin.
- Gaya Hidup Tetap Utama: Aktivitas fisik, tidur cukup, dan kesehatan kardiovaskular masih dianggap sebagai strategi pertahanan pertama yang paling efektif untuk kesehatan otak.
Para peneliti sepakat bahwa langkah selanjutnya adalah uji klinis skala besar untuk menentukan rentang dosis optimal yang aman dan efektif bagi populasi umum. Berikut adalah perbandingan antara terapi lithium dan intervensi gaya hidup:
| Metode Perlindungan Otak | Kelebihan | Risiko/Catatan |
|---|---|---|
| Lithium Dosis Rendah | Menargetkan jalur biologis spesifik Alzheimer (Amyloid/Tau). | Butuh pengawasan medis; risiko pada ginjal dan tiroid. |
| Perubahan Gaya Hidup | Manfaat luas (jantung, metabolisme, kognisi); bukti sangat kuat. | Membutuhkan konsistensi dan disiplin jangka panjang. |



