Studi: Rompi Antipeluru Unisex Berisiko Menjebak Lebih Banyak Energi Ledakan pada Tubuh Wanita
Baca dalam 60 detik
- Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rompi antipeluru standar (unisex) berpotensi menjebak energi ledakan lebih banyak pada tubuh tentara wanita.
- Anatomi payudara wanita menciptakan celah udara yang lebih lebar di balik pelindung, sehingga gelombang kejut tertahan lebih lama dan meningkatkan paparan energi hingga 79 persen.
- Peneliti mendesak industri militer untuk membuat rancangan rompi yang spesifik secara anatomi untuk wanita, bukan sekadar memperkecil ukuran desain milik pria.

Sebuah studi terbaru mengenai dampak ledakan terkendali menemukan bahwa rompi pelindung militer (body armor) berdesain standar unisex memang mampu mengurangi tekanan puncak ledakan. Namun, celah udara yang lebih besar di sekitar tubuh wanita justru menjebak lebih banyak energi ledakan, sehingga meningkatkan risiko paparan impuls secara signifikan.
Fakta Kunci Studi Rompi Antipeluru:
- Masalah Desain: Rompi unisex umumnya merupakan versi kecil dari desain tubuh pria. Pada wanita, anatomi tubuh (seperti payudara) menciptakan celah udara yang lebih besar di balik pelindung.
- Peningkatan Risiko: Celah udara yang mencapai kedalaman 2,97 cm pada wanita (dibanding 1,59 cm pada pria) membuat gelombang kejut tertahan lebih lama. Hal ini memicu peningkatan total impuls hingga 79% dibandingkan saat tidak memakai rompi.
- Imbauan Mendesak: Desainer dan produsen perlengkapan militer didorong untuk beralih dari sekadar memperkecil ukuran rompi pria dan mulai memproduksi rompi spesifik yang menyesuaikan anatomi wanita.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports ini menggunakan manekin pria dan wanita dengan anatomi realistis (dilengkapi kulit silikon, struktur tulang rusuk, dan bentuk payudara untuk manekin wanita) yang dipasangkan pelat SAPI (Small Arms Protective Insert). Manekin tersebut kemudian diledakkan menggunakan bahan peledak C4 dari jarak dua meter dari berbagai sudut untuk mengukur transmisi tekanan dan jebakan energi.
"Meskipun pelindung saat ini mampu meredam tekanan puncak, ketidakcocokan desain pada tentara wanita justru meningkatkan transfer energi secara keseluruhan dan dapat berkontribusi pada risiko cedera akibat ledakan yang lebih tinggi."
Perbandingan Dinamika Ledakan Berdasarkan Jenis Kelamin
| Parameter Uji | Manekin Pria | Manekin Wanita |
|---|---|---|
| Maksimal Celah Udara (Air Gap) | 1,59 cm | 2,97 cm |
| Perubahan Sudut Pelat Pelindung | Relatif stabil dan menempel. | Meningkat sebesar 3,1 derajat akibat terganjal anatomi dada. |
| Efek Energi Ledakan (Impuls) | Tekanan puncak lebih langsung terserap pelat. | Energi tertahan di dalam celah udara, menciptakan durasi paparan tekanan yang lebih panjang. |
Kajian ini menyoroti pentingnya strategi desain perlengkapan tempur yang lebih inklusif. Mengingat kehadiran personel militer wanita di medan perang terus meningkat, penggunaan perlengkapan pelindung yang disesuaikan secara biologis sangat krusial untuk memastikan keselamatan semua prajurit secara setara.



