BBRI Buka-bukaan soal Dividen, Ini Mekanismenya Menurut Laporan Tahunan 2025
Baca dalam 60 detik
- Dalam laporan tahunan buku 2025, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengungkapkan kebijakan internal mengenai pembagian dividen guna memastikan hak-hak pemegang saham dan kepatuhan terhadap regulasi terpenuhi.
- Penentuan porsi dividen dilakukan berdasarkan evaluasi internal (profitabilitas/laba) maupun eksternal (prospek bisnis) dan wajib disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
- Secara historis, BBRI rutin membagikan porsi dividen yang besar, yakni mencapai 86% dari laba pada tahun buku 2024 (Rp 51,73 triliun) dan 80,04% dari laba pada tahun buku 2023 (Rp 48,10 triliun). Keputusan dividen untuk tahun buku 2025 baru akan diputuskan pada RUPST tahun 2026.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) baru-sebaru ini merilis laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2025. Melansir dari Investor Daily pada Senin, 16 Maret 2026, salah satu poin penting yang diungkap dalam dokumen tersebut adalah penjelasan komprehensif mengenai kebijakan pembagian dividen perusahaan.
Manajemen BBRI menjelaskan bahwa kebijakan dividen ini telah diatur ketat secara internal melalui Surat Edaran (SE) Direksi tentang Pengelolaan Dividen. Tujuannya adalah untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pemegang saham sesuai dengan regulasi perbankan yang berlaku, sekaligus berupaya meningkatkan nilai bagi para pemegang saham (shareholder value).
Berikut adalah rincian terkait kebijakan dan rekam jejak pembagian dividen BBRI:
- Dasar Penentuan Rasio: Penetapan rasio dividen didasarkan pada faktor internal seperti profitabilitas dan return, serta faktor eksternal termasuk prospek bisnis dan kondisi makroekonomi ke depan. Keputusan akhirnya harus disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
- Rekam Jejak 2024: Pada RUPST Maret 2025, BBRI membagikan dividen senilai Rp 51,73 triliun (86% dari laba tahun 2024) atau setara Rp 343,4 per saham.
- Rekam Jejak 2023: Sebelumnya pada RUPST 2024, BRI membagikan dividen sebesar Rp 48,10 triliun (80,04% dari laba tahun 2023) dengan total Rp 319 per saham.
- Menanti Dividen 2025: Adapun besaran pembagian dividen dari laba kinerja keuangan tahun buku 2025 akan diputuskan pada RUPST tahun 2026 ini.
Kebijakan pro-pemegang saham ini menegaskan status BBRI sebagai salah satu emiten perbankan pelat merah yang konsisten memberikan imbal hasil menarik kepada para investornya. Publik kini menantikan pengumuman resmi dari RUPST mendatang mengenai porsi dividen atas laba tahun 2025 yang diproyeksikan memberikan sinyal positif bagi pasar saham.
"Mekanisme persetujuan pembagian dividen dilakukan melalui RUPS dengan tetap memenuhi ketentuan regulator... Pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja historis BRI dan prospek bisnis serta kondisi perekonomian ke depan."



