Dividen BJTM Naik: Bank Jatim Tebar Rp850 Miliar dan Perkuat Amunisi KUB sebagai Regional Champion
Baca dalam 60 detik
- Profitabilitas & Dividen: Bank Jatim (BJTM) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp850,17 miliar (55% dari laba bersih) dengan indikasi yield atraktif mencapai 9,60%.
- Dominasi KUB: Perseroan mengukuhkan posisi sebagai induk Kelompok Usaha Bank (KUB) terbesar dengan menaungi 5 BPD anggota, memicu pertumbuhan aset konsolidasi hingga 42,93%.
- Penyegaran Nomenklatur: RUPS menyetujui transformasi struktur organisasi guna mengakselerasi digitalisasi dan fokus pada sektor ritel-syariah yang lebih adaptif.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Surabaya dengan agenda utama pembagian dividen senilai Rp850 miliar serta perombakan struktur pengurus.
Dalam pertemuan strategis yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, emiten bersandi BJTM ini melaporkan lonjakan kinerja yang impresif. Sepanjang tahun 2025, laba bersih konsolidasi tumbuh 24,80% YoY menjadi Rp1,61 triliun. Capaian ini tidak lepas dari keberhasilan strategi *stable fund* dan efisiensi operasional melalui digitalisasi. Gubernur Khofifah menekankan bahwa Bank Jatim kini memegang peran krusial bukan sekadar sebagai lembaga intermediasi, melainkan motor penggerak ekonomi riil dan penghubung kekuatan fiskal daerah dengan masyarakat Jawa Timur.
Salah satu poin update yang menjadi sorotan adalah posisi Bank Jatim sebagai induk KUB paling agresif di Indonesia. Saat ini, BJTM menaungi lima BPD, yakni NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Banten. Sinergi ini berdampak langsung pada skala bisnis perseroan; aset konsolidasi meroket 42,93% YoY menembus Rp168,85 triliun. Strategi kolaboratif ini dianggap sebagai langkah jitu untuk memenuhi regulasi modal inti sekaligus memperluas venue bisnis di tingkat nasional tanpa kehilangan karakteristik kedaerahan.
- Dividen Per Saham: Rp56,62 (Naik dari Rp54,71 tahun sebelumnya).
- Dividend Payout Ratio: 55% dari total Laba Bersih 2025.
- Laba Q1-2026: Rp661 Miliar (Tumbuh signifikan 90,41% YoY).
- Yield Dividen: 9,60% (Berdasarkan harga penutupan Rp590).
Memasuki awal tahun 2026, Bank Jatim terus menunjukkan performa yang "on fire". Pada kuartal I-2026, laba bersih konsolidasi tercatat mencapai Rp661 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 39,61%. Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyatakan bahwa perseroan tetap selektif dalam penyaluran kredit, namun tetap agresif pada sektor produktif seperti UMKM. Fokus manajemen saat ini adalah menjaga kualitas aset sesuai dengan risk appetite sembari memperkuat digital mindset di seluruh lini organisasi untuk menghadapi dinamika perbankan modern.
| Indikator Keuangan (Konsolidasi) | Realisasi 2025 | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp1,61 Triliun | +24,80% |
| Total Aset | Rp168,85 Triliun | +42,93% |
| Penyaluran Kredit (Q1-2026) | Rp109,22 Triliun | +40,85% |
| Dana Pihak Ketiga (Q1-2026) | Rp122,80 Triliun | +37,59% |
Sebagai langkah penyegaran, RUPS juga menyetujui perubahan nomenklatur direksi guna mempertajam fokus bisnis pada sektor Menengah, Korporasi, Kelembagaan, serta Ritel dan Syariah. Dengan struktur pengurus baru dan modalitas KUB yang kuat, Bank Jatim diproyeksikan akan terus menjadi *top pick* bagi investor pencari dividen (*dividend hunter*). Ke depan, tantangan utama adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah fluktuasi ekonomi global, namun dengan fondasi per kuartal I-2026 yang solid, BJTM optimis mampu mempertahankan gelar sebagai salah satu BPD terbaik di Indonesia.



