Microsoft Dilaporkan Batal Rilis Fitur Copilot untuk Notifikasi Windows 11
Baca dalam 60 detik
- Microsoft dilaporkan batal merilis fitur Copilot yang memungkinkan pengguna melakukan aksi pintar secara langsung dari panel notifikasi Windows 11, seperti membalas email secara otomatis.
- Beberapa fitur AI yang pada awalnya direncanakan rilis di bawah merek dagang 'Copilot' terpaksa diturunkan skalanya menjadi alat AI generik biasa, seperti fitur opsi AI di dalam File Explorer.
- Langkah penarikan mundur ini diambil sebagai bentuk perbaikan (damage control) Microsoft usai menerima banyak kritik dari pengguna terkait masalah privasi pada fitur AI sebelumnya (seperti kasus 'Recall'), sehingga mereka kini lebih fokus memperbaiki bug dan fungsionalitas sistem.

Microsoft dikabarkan membatalkan beberapa fitur ambisius Copilot yang sebelumnya sempat diumumkan untuk Windows 11 pada tahun lalu. Melansir laporan dari XDA Developers pada pertengahan Maret 2026, salah satu fitur yang dipastikan tidak jadi diluncurkan—atau setidaknya ditangguhkan dalam waktu yang tidak ditentukan—adalah integrasi aksi Copilot secara langsung pada panel notifikasi pengguna.
Langkah mundur ini diduga kuat merupakan imbas dari evaluasi besar-besaran Microsoft terhadap asisten kecerdasan buatan (AI) mereka. Menyusul kontroversi privasi pada peluncuran fitur 'Recall' beberapa waktu lalu, rencana awal perusahaan untuk menyatukan banyak fungsi pintar di bawah satu bendera eksklusif 'Copilot' tampaknya telah direvisi besar-besaran demi mencegah reaksi negatif yang lebih luas dari komunitas pengguna.
Berikut adalah rincian dari perubahan rencana Microsoft terkait integrasi Copilot di Windows 11:
- Batal di Notifikasi: Fitur yang dibatalkan adalah tombol aksi Copilot pada notifikasi pop-up. Awalnya, Microsoft mendemonstrasikan bahwa pengguna bisa langsung meminta Copilot untuk membuat draf balasan email hanya dengan menekan satu tombol di notifikasi tersebut.
- Penurunan Skala Fitur (Downgrade): Beberapa fungsi yang tadinya akan dilabeli sebagai alat 'Copilot' akhirnya hanya dirilis sebagai fitur AI generik biasa. Contohnya adalah menu aksi AI di File Explorer yang kini tidak ditangani langsung oleh antarmuka Copilot seperti rencana ambisius awalnya.
- Fokus Perbaikan Bug: Microsoft dilaporkan menunda sementara peluncuran massal AI untuk fokus pada "pengendalian kerusakan" (damage control). Mereka ingin memperbaiki bug dan mengkaji ulang di area sistem operasi mana integrasi AI benar-benar diinginkan dan bermanfaat bagi pengguna.
Keputusan ini menunjukkan bahwa raksasa teknologi asal Redmond tersebut kini lebih berhati-hati dalam menerapkan kecerdasan buatan ke dalam sistem operasi utamanya. Alih-alih memaksakan fitur AI di setiap sudut antarmuka Windows 11, Microsoft memilih pendekatan yang lebih terukur demi menjaga stabilitas sistem dan kenyamanan pengguna.
"Microsoft dilaporkan telah membuang fitur yang diumumkannya di awal upayanya untuk mengimplementasikan Copilot ke dalam Windows 11, kemungkinan karena perusahaan menyadari bagaimana reaksi dan perasaan pengguna sebenarnya terhadap asisten AI tersebut."



