Fix Batal Juara? Mesin Gol Nge-Bug, Haaland Dituding Jadi Biang Kerok Man City Kena Mental!
Baca dalam 60 detik
- Analisis ESPN menyebutkan bahwa penurunan performa (slump) yang dialami Erling Haaland menjadi faktor utama merosotnya peluang Manchester City untuk menjuarai Liga Inggris musim ini.
- Hasil imbang 1-1 melawan West Ham membuat City kini tertinggal sembilan poin dari Arsenal, di mana Haaland dikritik karena tampil sangat tidak efektif dalam pertandingan krusial tersebut.
- Manajer Pep Guardiola mengakui bahwa perburuan gelar kini sangat rumit dan timnya sangat merindukan ketajaman gol Haaland di lini depan.

Halo, para manajer Fantasy Premier League dan penikmat taktik lapangan hijau! Kalau kalian rajin mantengin Liga Inggris musim ini, pasti kerasa ada yang aneh sama mesin pencetak gol Manchester City, Erling Haaland. Melansir analisis tajam dari ESPN pada pertengahan Maret 2026, kebuntuan panjang alias slump yang dialami sang striker raksasa tersebut diklaim sebagai faktor utama yang bikin Man City kemungkinan besar gagal mempertahankan gelar juara liga mereka tahun ini.
Titik nadir performa City makin kelihatan jelas saat pasukan Pep Guardiola secara mengejutkan ditahan imbang 1-1 oleh West Ham di London Stadium. Di laga krusial tersebut, Haaland dikritik habis-habisan karena "menghilang" alias minim kontribusi. Hasil seri ini jadi tamparan keras karena City kini merosot sejauh sembilan poin di belakang sang pemuncak klasemen, Arsenal, dengan sisa laga yang makin menipis.
Kenapa macetnya keran gol Haaland berdampak sedrastis ini ke keseluruhan tim? Berikut alasannya:
- Sistem yang Terlalu Bergantung: Taktik City musim ini sangat memusatkan penyelesaian akhir pada Haaland. Ketika sang "Cyborg" kehilangan sentuhannya dan kesulitan membongkar pertahanan lawan, opsi serangan City menjadi tumpul dan mudah ditebak oleh bek musuh.
- Menguntungkan Rival: Tersendatnya City di markas West Ham ibarat memberi karpet merah bagi Arsenal untuk melenggang ke tangga juara. Mengejar defisit 9 poin di fase akhir musim jelas membutuhkan lebih dari sekadar strategi, melainkan sebuah keajaiban besar.
- Pengakuan Pep Guardiola: Sang manajer jenius pun tak bisa menutupi realita. Meski menolak menyerah, Pep secara terbuka mengakui bahwa perburuan gelar kini sangat "rumit", dan membenarkan bahwa City tengah menghadapi "masalah Haaland" karena sangat merindukan gol-gol krusialnya.
Menumpukan seluruh beban mencetak gol pada satu pemain emang selalu ada risiko bawaannya, bro. Pas si pemain lagi nge-bug atau underperform, sistem permainan satu tim bisa langsung kolaps. Menurut kalian, apakah ini murni karena Haaland yang kelelahan, atau taktik Pep yang udah mulai terbaca oleh pelatih-pelatih lawan?
"Erling Haaland sedang mengalami kemerosotan, dan kebuntuannya tersebut harus dibayar mahal dengan lepasnya gelar juara dari tangan Manchester City."



