Dari Minder Jadi Pede Maksimal: Sydney Sweeney Ungkap Peran 'Euphoria' dalam Bangun Kepercayaan Dirinya
Baca dalam 60 detik
- Sydney Sweeney mengungkapkan bahwa perannya sebagai Cassie di serial Euphoria membantunya membangun kepercayaan diri terhadap tubuhnya.
- Aktris ini sempat merasa sangat tidak percaya diri saat remaja dan hampir melakukan operasi pengecilan payudara sebelum akhirnya dilarang oleh ibunya.
- Pengalaman pribadinya yang kesulitan mencari pakaian dalam yang nyaman menginspirasi Sydney untuk mendirikan merek lingerie sendiri bernama Syrn.

Halo, para penikmat kultur pop dan showbiz! Ada cerita inspiratif nih dari aktris Hollywood yang lagi naik daun, Sydney Sweeney. Melansir laporan BANG Premier pada 14 Maret 2026, bintang berusia 28 tahun ini baru saja buka-bukaan soal perjalanannya menemukan body confidence alias kepercayaan diri terhadap fisiknya. Siapa sangka, perannya sebagai Cassie di serial hit HBO Euphoria adalah kunci utama yang mengubah mindset-nya.
Sebelum tampil badass di layar kaca, Sydney ternyata punya masa remaja yang dipenuhi rasa insecure. Bayangin aja, sejak kelas 6 SD dia udah mengenakan bra ukuran 32DD. Alih-alih bangga, dia justru merasa minder dan selalu ingin menyembunyikan lekuk tubuhnya. Puncaknya, ia sempat berniat melakukan operasi pengecilan payudara saat usianya menginjak 18 tahun, sebuah rencana yang untungnya berhasil digagalkan oleh sang ibu yang memperingatkannya agar tidak menyesal saat masuk kuliah.
Transformasi mental Sydney ini menarik banget buat kita ulas:
- Titik Balik Karakter: Memerankan karakter Cassie memaksa Sydney untuk keluar dari zona nyamannya. Dari pengalaman itu, dia menyadari betapa kuat dan memberdayakannya ketika seorang wanita bisa merasa nyaman dengan kulitnya sendiri.
- Solusi Bisnis: Kesulitannya mencari pakaian dalam yang nyaman dan supportive buat postur curvy-nya justru diubah jadi ide bisnis. Berawal dari moodboard di Pinterest, Sydney akhirnya merilis brand pakaian dalamnya sendiri yang diberi nama Syrn.
- Pesan Positif: Kini, bintang film The Housemaid itu menyebut tubuhnya sebagai "sahabat terbaiknya" dan aktif mengampanyekan body positivity agar perempuan lain bisa merasa bangga dan berdaya dengan fisik yang mereka miliki.
Kisah Sydney ini ngebuktin kalau hal yang dulunya bikin kita ngerasa paling insecure bisa saja berubah jadi kekuatan terbesar di masa depan kalau kita mulai menerima diri apa adanya. Dari yang dulunya pengen repot-repot operasi, sekarang malah sukses membangun brand fesyen yang memberdayakan sesama perempuan. Keren banget, kan?
"Setiap tubuh itu indah. Ketika kamu merasa percaya diri dan bahagia dari dalam diri, energi positif itulah yang akan terpancar kuat ke orang-orang di sekitarmu."



