Aliansi Raksasa Chip: CEO AMD Lisa Su Temui Bos Samsung Jay Y. Lee di Korea Selatan
Baca dalam 60 detik
- CEO AMD Lisa Su bertemu bos Samsung Jay Y. Lee di Korea Selatan pada Maret 2026.
- Pertemuan fokus pada penguatan kemitraan fabrikasi chip dan suplai memori AI (HBM).
- Sinergi ini bertujuan menghadapi dominasi TSMC dan mempercepat pengembangan chip generasi terbaru.

Dunia semikonduktor global sedang menyaksikan pertemuan tingkat tinggi yang berpotensi mengubah peta kekuatan industri. Berdasarkan laporan dari SamMobile per Maret 2026, CEO AMD Lisa Su melakukan kunjungan strategis ke Korea Selatan untuk bertemu langsung dengan bos besar Samsung Electronics, Jay Y. Lee. Pertemuan tatap muka ini menandakan adanya agenda besar terkait kolaborasi teknologi yang lebih gahar di masa depan.
Kunjungan ini dilakukan di tengah persaingan ketat dalam pengembangan chip kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pemrosesan data tingkat tinggi di tahun 2026. Kolaborasi antara AMD dan Samsung bukanlah hal baru, mengingat keduanya telah bekerja sama dalam pengembangan GPU untuk prosesor Exynos. Namun, pertemuan ini diyakini akan membahas ekspansi kemitraan yang lebih luas, termasuk potensi penggunaan fasilitas fabrikasi chip (foundry) Samsung yang lebih canggih untuk memproduksi silikon masa depan milik AMD.
Para analis industri memprediksi beberapa poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut:
- Teknologi Fabrikasi 2nm/3nm: Diskusi mengenai pemanfaatan node proses terbaru Samsung untuk produksi massal arsitektur CPU dan GPU AMD berikutnya.
- Suplai Memori HBM: Kerja sama lebih dalam untuk mengamankan pasokan High Bandwidth Memory (HBM) milik Samsung guna memperkuat akselerator AI milik AMD.
- Ekosistem Chip AI: Kolaborasi dalam merancang solusi chip khusus yang lebih efisien untuk pusat data dan infrastruktur AI global tahun 2026.
- Dukungan Rantai Pasok: Upaya memperkuat resiliensi rantai pasok semikonduktor di tengah ketegangan geopolitik dan tingginya permintaan pasar dunia.
Jika kesepakatan gahar ini terwujud, hal ini akan memberikan tekanan besar bagi para kompetitor utama seperti Intel dan TSMC. Sinergi antara keahlian desain chip AMD dan kapasitas produksi Samsung diprediksi akan mempercepat inovasi perangkat komputasi di berbagai sektor, mulai dari PC gaming hingga server enterprise. Publik kini menanti pengumuman resmi mengenai proyek kolaboratif apa yang akan lahir dari pertemuan dua tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi ini pada kuartal mendatang.
"Dalam perang semikonduktor, aliansi yang tepat antara desainer hebat dan manufaktur kuat adalah kunci untuk menguasai masa depan komputasi global."



