Microsoft 365 Backup Luncurkan Fitur File-Level Restore untuk Pemulihan Data Lebih Cepat
Baca dalam 60 detik
- Microsoft 365 Backup kini mendukung pemulihan tingkat file dan folder individu untuk OneDrive dan SharePoint.
- Fitur ini mempercepat waktu pemulihan (RTO) karena admin tidak perlu lagi melakukan restorasi situs secara keseluruhan.
- Saat ini fitur berada dalam tahap public preview dan dijadwalkan rilis global pada Mei 2026.

Microsoft 365 Backup Luncurkan Fitur File-Level Restore untuk Pemulihan Data Lebih Cepat
Microsoft resmi mengumumkan peningkatan signifikan pada layanan Microsoft 365 Backup dengan menghadirkan kemampuan pemulihan data di tingkat file dan folder (granular restore). Berdasarkan laporan BleepingComputer, fitur ini dirancang untuk mempercepat proses recovery bagi admin IT tanpa harus melakukan restorasi penuh di tingkat situs atau drive.
Sebelumnya, Microsoft 365 Backup bekerja pada skala besar (site/drive level), yang berarti pemulihan satu file yang rusak atau terhapus secara tidak sengaja sering kali memakan waktu lama karena melibatkan restorasi seluruh penampung data. Dengan pembaruan ini, admin dapat mencari dan memilih file spesifik dari titik restorasi (restore points) yang tersedia di SharePoint dan OneDrive.
DETIL PEMBARUAN MICROSOFT 365 BACKUP (2026)
| Aspek Fitur | Informasi Teknis |
|---|---|
| Granularitas | Mendukung pemulihan tingkat file dan folder individu untuk SharePoint Online dan OneDrive for Business. |
| Kecepatan Restore | Restorasi file tunggal diperkirakan hanya memakan waktu beberapa menit. |
| Timeline Rilis | Public Preview dimulai Maret 2026; ketersediaan umum (GA) ditargetkan pada akhir April hingga awal Mei 2026. |
Fitur ini eksklusif tersedia bagi penyewa (tenant) yang telah mengaktifkan layanan Microsoft 365 Backup. Pengoperasiannya memerlukan peran SharePoint Backup Administrator, sementara bagi pengguna akhir (end-users), proses ini akan berlangsung secara "invisible" karena inisiasi restorasi sepenuhnya dikendalikan oleh tim admin pusat.
Langkah ini dipandang sebagai respon strategis Microsoft untuk meningkatkan ketahanan data terhadap serangan ransomware dan penghapusan data berbahaya. Microsoft menyarankan perusahaan untuk memperbarui internal recovery runbooks mereka guna mencakup skenario restorasi granular ini sebelum fitur tersebut digulirkan secara penuh.



