Ekspektasi tinggi yang mengelilingi era baru regulasi Formula 1 tampaknya menjadi bumerang bagi salah satu tim paling ambisius di grid. Berdasarkan laporan PlanetF1 pada awal Maret 2026, pandit senior Sky Sports, Martin Brundle, secara blak-blakan menilai bahwa Aston Martin dan mitra mesin baru mereka, Honda, sedang berada dalam "masalah serius" (dire trouble). Evaluasi brutal ini muncul setelah tim yang berbasis di Silverstone tersebut mengalami sesi tes pramusim yang mengerikan di Bahrain, di mana mereka terhambat oleh rentetan masalah keandalan teknis dan performa sasis yang jauh dari harapan.
Krisis Keandalan Mesin dan "Efek Bola Salju" Data
Secara teknis, sumber utama penderitaan Aston Martin berasal dari integrasi unit daya (power unit) Honda yang baru. Mobil AMR26 hanya mampu menyelesaikan 400 putaran (laps) secara total selama pengujian—angka terendah di antara semua tim, bahkan di bawah tim pendatang baru, Cadillac. Brundle menyoroti bahwa kegagalan sistem pemulihan energi dan masalah getaran parah pada baterai Honda telah merampas waktu lintasan yang berharga. Karena Honda hanya memasok satu tim tahun ini (berbeda dengan Mercedes yang memiliki empat tim), kurangnya jarak tempuh ini menciptakan "efek bola salju" di mana para insinyur tidak memiliki cukup data telemetri dasar untuk memecahkan masalah sistemik tersebut.
Selain masalah perangkat keras, Brundle mencatat adanya ketidaksesuaian kritis (correlation issues) antara data simulasi dan kenyataan. Ia menyebut bahwa korelasi antara terowongan angin digital (CFD) dengan stopwatch di lintasan terlihat "sangat melenceng" (miles out), yang dibuktikan dengan mobil AMR26 yang tampak tidak stabil dan tidak memiliki daya cengkeram (downforce) yang memadai saat melaju.
Ujian Berat bagi Otak-Otak Jenius Silverstone
Meskipun Aston Martin kini diperkuat oleh deretan insinyur bintang termasuk Adrian Newey, Brundle meyakini bahwa keterbatasan data dan pembatasan biaya (cost cap) yang sudah banyak terkuras untuk perbaikan mesin akan membuat proses kebangkitan ini memakan waktu lama. Menjelang seri pembuka di Melbourne, fokus utama tim saat ini bukanlah bersaing untuk podium, melainkan sekadar memastikan mobil Fernando Alonso dan Lance Stroll dapat bertahan secara operasional hingga garis finis. Bagi industri F1, krisis ini adalah bukti nyata betapa kejamnya transisi regulasi baru jika integrasi antara sasis dan pemasok mesin tidak berjalan sempurna sejak hari pertama.




