Alpine akhirnya menentukan arah masa depannya. Dengan memilih Jack Doohan, tim asal Prancis ini tidak hanya memilih pembalap cepat, tetapi juga menegaskan kembali identitas akademi balap mereka.
Keputusan Alpine untuk mempromosikan Jack Doohan adalah akhir dari "musical chairs" di pasar pembalap F1 yang cukup menegangkan. Dilansir dari BBC Sport, Doohan yang sebelumnya menjabat sebagai pembalap cadangan, telah membuktikan kapabilitasnya melalui serangkaian tes privat dan simulasi ekstensif. Di tengah hiruk-pikuk kepindahan Lewis Hamilton ke Ferrari dan teka-teki kursi Carlos Sainz, Alpine memilih untuk "bermain aman" namun progresif dengan talenta internal.
Mengapa Jack Doohan?
- Loyalitas Akademi: Doohan telah berada dalam sistem Alpine selama bertahun-tahun, memberinya pemahaman mendalam tentang budaya dan teknis mobil tim.
- Potensi Teknis: Kontribusinya dalam pengembangan simulator selama setahun terakhir dianggap krusial oleh para insinyur Alpine di Enstone.
- Efisiensi Anggaran: Mempromosikan pembalap muda memberikan fleksibilitas finansial bagi tim untuk dialokasikan ke pengembangan mesin dan aerodinamika menjelang tahun 2026.
Bagi Alpine, tantangan sesungguhnya adalah memberikan mobil yang kompetitif bagi dua pembalapnya. Dengan Pierre Gasly sebagai pemimpin yang berpengalaman dan Doohan sebagai tenaga muda yang lapar kemenangan, Alpine berharap dapat memperbaiki posisi mereka di klasemen konstruktor yang sempat merosot. Musim 2025 akan menjadi pembuktian bagi Doohan: apakah ia bisa keluar dari bayang-bayang nama besar ayahnya dan menciptakan legendanya sendiri di aspal F1?




